SUKABUMI, Jemarionline.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi memeriksa 4.300 warga melalui program tes HIV hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, petugas kesehatan menemukan 54 warga dengan hasil positif HIV.
Dinkes terus memperluas layanan pemeriksaan untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus menekan penyebaran HIV di masyarakat. Karena itu, petugas kesehatan aktif mengajak warga memanfaatkan layanan tes HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan.
Dinkes Kejar Target Pemeriksaan
Dinkes Kota Sukabumi menargetkan 11.360 warga mengikuti tes HIV sepanjang 2026.
Hingga awal Juni, petugas kesehatan telah menjangkau sekitar 4.300 orang. Untuk mencapai target tersebut, Dinkes memperluas sosialisasi dan meningkatkan akses pemeriksaan di berbagai fasilitas kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi Denna Yuliavina terus mendorong masyarakat agar melakukan pemeriksaan secara sukarela.
Dinkes Temukan Kasus pada Usia Produktif
Petugas kesehatan menemukan sebagian besar kasus baru pada kelompok usia produktif.
Dinkes mengidentifikasi hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum suntik tidak steril sebagai faktor utama penularan HIV. Karena itu, petugas terus mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan HIV dan pentingnya perilaku hidup sehat.
Selain itu, Dinkes mengingatkan bahwa banyak orang tidak menyadari infeksi HIV karena virus tersebut sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Dinkes Dampingi Pasien HIV
Dinkes langsung menghubungkan warga yang memperoleh hasil positif dengan layanan kesehatan yang menyediakan terapi HIV.
Petugas kesehatan memberikan terapi antiretroviral (ARV) secara gratis untuk membantu pasien mengendalikan jumlah virus dalam tubuh. Melalui pengobatan yang rutin, pasien dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Selain itu, petugas juga memantau perkembangan kesehatan pasien secara berkala.
Sukabumi Sediakan Layanan HIV
Dinkes Kota Sukabumi menyediakan 11 layanan pengobatan HIV yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan.
Enam rumah sakit dan lima puskesmas melayani pemeriksaan, konseling, serta pengobatan HIV bagi masyarakat. Melalui layanan tersebut, warga dapat mengakses bantuan medis dengan lebih mudah.
Karena itu, Dinkes terus memperkuat akses layanan kesehatan di seluruh wilayah kota.
Dinkes Ajak Warga Hapus Stigma
Dinkes Kota Sukabumi mengajak masyarakat menghentikan stigma terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV).
Petugas kesehatan menilai stigma sering membuat warga enggan melakukan pemeriksaan atau menjalani pengobatan. Kondisi tersebut dapat menghambat upaya pencegahan dan pengendalian HIV.
Karena itu, Dinkes terus menyampaikan edukasi bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan, berjabat tangan, berbagi makanan, atau interaksi sosial biasa.








