AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: TELSET.ID

Foto: TELSET.ID

Jakarta, Jemarionline.com – Jutaan pengguna memakai AirPods setiap hari untuk mendengarkan musik, menerima panggilan telepon, bermain gim, hingga mengikuti rapat daring. Perangkat audio nirkabel buatan Apple tersebut memang menawarkan kemudahan karena ukurannya ringkas dan praktis digunakan di berbagai aktivitas.

Namun, banyak pengguna alat pacu jantung mulai mempertanyakan dampak AirPods terhadap kesehatan mereka. Pertanyaan itu muncul karena AirPods menggunakan komponen magnet yang berpotensi berinteraksi dengan perangkat medis tertentu.

Dokter menjelaskan bahwa AirPods tidak otomatis membahayakan pengguna alat pacu jantung. Meski begitu, magnet yang terdapat pada perangkat tersebut tetap dapat memengaruhi alat pacu jantung apabila pengguna meletakkannya terlalu dekat dengan area implan.

Karena itu, pasien pacemaker perlu memahami cara penggunaan yang tepat agar tetap dapat menikmati teknologi modern tanpa meningkatkan risiko kesehatan.

Mengapa AirPods Menjadi Perhatian?

Apple menggunakan magnet pada AirPods dan casing pengisian dayanya untuk mendukung berbagai fungsi perangkat.

Magnet tersebut membantu proses pengisian daya, menjaga posisi earbud di dalam casing, dan mendukung berbagai fitur lain yang membuat perangkat bekerja lebih optimal.

Di sisi lain, dokter menggunakan alat pacu jantung untuk membantu pasien menjaga irama detak jantung tetap stabil. Perangkat medis tersebut bekerja melalui sistem elektronik yang sangat sensitif terhadap medan magnet tertentu.

Karena itu, sebagian masyarakat khawatir AirPods dapat mengganggu kinerja alat pacu jantung.

Meski demikian, dokter menegaskan bahwa penggunaan normal sehari-hari tidak menimbulkan risiko tersebut.

Dokter Jelaskan Risiko AirPods terhadap Pacemaker

Dokter menyebut produsen telah merancang alat pacu jantung modern dengan perlindungan yang baik terhadap gangguan elektromagnetik.

Teknologi tersebut memungkinkan alat pacu jantung tetap bekerja normal meskipun pasien berada di sekitar berbagai perangkat elektronik.

Namun, magnet yang kuat tetap berpotensi memengaruhi sistem alat pacu jantung jika pengguna menempatkannya sangat dekat dengan area dada tempat implan berada.

Baca Juga :  WHO Tetapkan Darurat Ebola, Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk RI

Karena itu, banyak produsen alat pacu jantung menyarankan pasien menjaga jarak minimal sekitar 15 sentimeter antara perangkat bermagnet dan area implan.

Aturan tersebut berlaku tidak hanya untuk AirPods, tetapi juga untuk ponsel, smartwatch, charger magnetik, dan perangkat elektronik lain yang menggunakan teknologi serupa.

Risiko Tidak Muncul Saat AirPods Dipakai di Telinga

Dokter menegaskan bahwa pengguna dapat memakai AirPods di telinga dengan aman.

Saat seseorang menggunakan AirPods secara normal, posisi perangkat berada cukup jauh dari area alat pacu jantung.

Karena itu, medan magnet yang dihasilkan AirPods tidak cukup kuat untuk memengaruhi sistem pacemaker.

Sebaliknya, pengguna meningkatkan risiko ketika mereka menyimpan AirPods atau casing pengisian daya di saku dada.

Dalam kondisi tersebut, magnet berada sangat dekat dengan perangkat medis yang tertanam di tubuh pasien.

Akibatnya, alat pacu jantung berpotensi menerima gangguan sementara yang dapat memengaruhi kinerjanya.

Karena itu, dokter menyarankan pasien menyimpan AirPods di tempat lain yang tidak berdekatan dengan area dada.

Cara Kerja Alat Pacu Jantung

Dokter menggunakan alat pacu jantung untuk membantu pasien yang mengalami gangguan irama jantung.

Perangkat kecil tersebut berada di bawah kulit dada dan terhubung langsung ke jantung melalui kabel penghantar listrik.

Saat sistem mendeteksi irama jantung yang terlalu lambat atau tidak teratur, alat pacu jantung langsung mengirim impuls listrik agar jantung kembali berdetak normal.

Teknologi ini membantu jutaan pasien menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Selain itu, perkembangan teknologi medis membuat alat pacu jantung modern semakin kecil, lebih efisien, dan lebih aman dibandingkan generasi sebelumnya.

AirPods Tetap Aman Jika Digunakan dengan Benar

Dokter menilai sebagian besar pasien alat pacu jantung tetap dapat menggunakan AirPods tanpa masalah.

Pengguna hanya perlu menjaga jarak aman antara perangkat bermagnet dan area implan.

Selain itu, pasien perlu menghindari kebiasaan menyimpan casing AirPods di saku kemeja atau jaket yang berada tepat di atas alat pacu jantung.

Baca Juga :  Gaya Hidup Sehat: Kunci Longevity dan Kualitas Hidup

Sebaliknya, pengguna dapat menyimpan perangkat tersebut di tas, saku celana, atau lokasi lain yang lebih aman.

Langkah sederhana tersebut mampu mengurangi potensi gangguan secara signifikan.

Karena itu, dokter tidak melarang pasien menggunakan AirPods selama mereka mengikuti petunjuk keselamatan yang berlaku.

Bukan Hanya AirPods

AirPods bukan satu-satunya perangkat yang menggunakan magnet.

Saat ini, banyak produsen elektronik memasang magnet pada smartphone, smartwatch, earbud nirkabel, charger magnetik, hingga berbagai aksesori digital lainnya.

Karena itu, pasien alat pacu jantung perlu memahami karakteristik setiap perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.

Selain itu, dokter menyarankan pasien membaca panduan resmi dari produsen alat pacu jantung agar mereka mengetahui batas aman penggunaan perangkat elektronik.

Teknologi Alat Pacu Jantung Terus Berkembang

Industri kesehatan terus mengembangkan teknologi alat pacu jantung yang lebih aman dan lebih nyaman.

Saat ini, sejumlah rumah sakit menggunakan alat pacu jantung tanpa kabel atau leadless pacemaker yang memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan model konvensional.

Teknologi tersebut membantu dokter mengurangi risiko komplikasi sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien.

Selain itu, produsen terus meningkatkan kemampuan perlindungan alat pacu jantung terhadap gangguan elektromagnetik dari berbagai perangkat elektronik modern.

Karena itu, pasien saat ini dapat menjalani kehidupan yang lebih fleksibel dibandingkan beberapa dekade lalu.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Pasien alat pacu jantung perlu segera menghubungi dokter apabila mengalami gejala yang tidak biasa.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi pusing, sesak napas, detak jantung tidak teratur, atau rasa tidak nyaman setelah menggunakan perangkat elektronik tertentu.

Dokter dapat memeriksa penyebab gejala tersebut dan memastikan alat pacu jantung tetap bekerja dengan baik.

Selain itu, pemeriksaan rutin juga membantu pasien menjaga kondisi alat pacu jantung dalam jangka panjang.

Berita Terkait

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026
Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani

Berita Terbaru

Suzuki GN 160

OTOMOTIF

Suzuki GN 160 Meluncur, Siap Tantang XSR 155

Minggu, 14 Jun 2026 - 08:00 WIB