Jakarta, JEMARIONLINE.COM – Banyak orang menganggap hidung tersumbat dan pilek sebagai gejala flu biasa. Mereka sering memilih beristirahat atau mengonsumsi obat flu tanpa memeriksakan diri ke dokter. Namun, jika keluhan tersebut berlangsung lama dan terus berulang, kondisi itu bisa mengarah pada sinusitis.
Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang terjadi ketika saluran sinus mengalami pembengkakan dan lendir menumpuk. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi serta menimbulkan berbagai keluhan yang lebih berat dibandingkan flu biasa.
Dokter spesialis THT dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jemmy Kurniawan, Sp.THT-KL, menjelaskan bahwa infeksi saluran pernapasan atas masih menjadi penyebab sinusitis yang paling sering ditemukan. Flu atau pilek yang tidak kunjung membaik dapat memicu pembengkakan pada saluran sinus dan meningkatkan risiko infeksi lanjutan.
Flu dan Sinusitis Memiliki Gejala Mirip
Banyak pasien sulit membedakan flu dengan sinusitis karena keduanya memiliki beberapa gejala yang hampir sama.
Kedua kondisi tersebut sama-sama dapat menyebabkan hidung tersumbat, pilek, dan gangguan pernapasan. Namun, sinusitis biasanya menimbulkan keluhan yang lebih lama dan lebih berat.
Penderita sinusitis sering mengalami:
- Hidung tersumbat berkepanjangan
- Pilek yang tidak kunjung sembuh
- Nyeri pada wajah atau sekitar mata
- Sakit kepala
- Napas terasa berat
- Lendir terus keluar dari hidung atau tenggorokan
- Penurunan kemampuan penciuman
Gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu bahkan berbulan-bulan apabila penderita tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Alergi Juga Bisa Memicu Sinusitis
Selain infeksi virus, alergi menjadi salah satu penyebab sinusitis yang cukup sering terjadi.
Reaksi alergi membuat lapisan hidung membengkak. Pembengkakan tersebut menghambat aliran lendir sehingga sinus menjadi lebih mudah tersumbat. Akibatnya, peradangan dapat muncul berulang kali.
Menurut dr. Jemmy, pasien yang memiliki riwayat alergi biasanya lebih rentan mengalami sinusitis berulang. Risiko tersebut akan terus meningkat apabila penderita tidak mengendalikan faktor pemicunya.
Karena itu, dokter sering menyarankan pasien untuk mengenali dan menghindari pemicu alergi yang mereka miliki.
Kelainan Struktur Hidung Dapat Menjadi Penyebab
Sinusitis tidak selalu muncul akibat infeksi atau alergi.
Beberapa pasien mengalami sinusitis karena faktor anatomi hidung. Deviasi septum atau tulang hidung yang bengkok dapat menghambat aliran udara dan lendir di rongga hidung. Selain itu, polip hidung juga dapat menyumbat saluran sinus.
Ketika lendir tidak dapat mengalir dengan baik, bakteri dan virus lebih mudah berkembang di dalam rongga sinus. Kondisi tersebut kemudian memicu peradangan yang berulang.
Dokter biasanya melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama sinusitis sebelum menentukan terapi yang sesuai.
Mengapa Sinusitis Sering Kambuh?
Banyak pasien mengeluhkan sinusitis yang terus datang kembali meski gejalanya sempat membaik.
Dokter spesialis THT Mayapada Hospital Surabaya, dr. Nessia Nurina Putri, Sp.T.H.T.B.K.L, menjelaskan bahwa sinusitis berulang biasanya muncul karena penyebab utamanya belum teratasi secara menyeluruh.
Pasien sering hanya mengobati gejala yang muncul. Sementara itu, faktor pemicu seperti alergi, polip hidung, atau deviasi septum tetap ada.
Karena itu, dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh agar dapat memberikan terapi yang tepat sesuai kondisi pasien.
Jangan Abaikan Hidung Tersumbat Berkepanjangan
Sebagian orang menunda pemeriksaan karena menganggap sinusitis tidak berbahaya.
Padahal, sinusitis yang berlangsung lama dapat berkembang menjadi sinusitis kronis. Kondisi tersebut bisa mengganggu kualitas hidup karena penderita terus mengalami hidung tersumbat, sakit kepala, dan gangguan tidur.
Dalam kasus tertentu, sinusitis juga dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius apabila infeksi menyebar ke area sekitar sinus.
Karena itu, masyarakat perlu segera berkonsultasi dengan dokter apabila gejala flu tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu.
Teknologi Membantu Diagnosis Sinusitis
Perkembangan teknologi kesehatan membantu dokter mendeteksi sinusitis dengan lebih cepat dan akurat.
Mayapada Hospital menghadirkan layanan Minimal Invasive & Endoscopic Sinus Center yang memanfaatkan teknologi endoskopi untuk memeriksa kondisi rongga hidung dan sinus. Layanan tersebut membantu dokter menentukan penyebab keluhan secara lebih detail.
Rumah sakit tersebut juga menyediakan Sinus Symptom Checker Digital. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melakukan evaluasi awal terhadap gejala yang mereka rasakan sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Cara Mencegah Sinusitis
Masyarakat dapat menurunkan risiko sinusitis dengan menerapkan beberapa langkah sederhana.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menjaga kebersihan tangan
- Menghindari asap rokok
- Mengurangi paparan debu dan polusi
- Mengendalikan alergi
- Memperbanyak istirahat
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
- Menjaga kesehatan saluran pernapasan
Kebiasaan tersebut membantu menjaga kondisi hidung dan sinus tetap sehat.









