Jakarta, jemarionline.com – Erupsi Gunung Semeru pagi kembali terjadi pada Selasa sekitar pukul 06.28 WIB. Badan Geologi Kementerian ESDM langsung mengingatkan warga agar menjauhi kawasan sungai dan area rawan di sekitar gunung.
Gunung Semeru memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak. Dari pengamatan petugas, abu vulkanik bergerak ke arah barat dan barat daya dengan intensitas cukup tebal.
Alat seismograf juga mencatat getaran dengan amplitudo maksimum 17 milimeter selama hampir dua menit. Aktivitas itu menunjukkan Semeru masih sangat aktif.
Abu Vulkanik Mengarah ke Barat
Petugas pengamatan melihat warna abu putih hingga kelabu pekat keluar dari kawah Gunung Semeru. Kondisi tersebut menandakan aktivitas vulkanik masih tinggi.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, meminta masyarakat mengikuti seluruh rekomendasi keselamatan selama status Semeru masih berada di Level III atau Siaga.
“Kami meminta masyarakat tidak beraktivitas di area yang berpotensi terdampak bahaya erupsi,” ujar Lana dalam keterangannya di Jakarta.
Tim pemantau gunung api terus mengawasi perkembangan aktivitas Semeru untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan.
Besuk Kobokan Masuk Zona Berbahaya
Badan Geologi melarang warga memasuki sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Awan panas dan material vulkanik masih berpotensi meluncur ke kawasan tersebut sewaktu-waktu. Karena itu, warga perlu menghindari area rawan demi keselamatan.
Selain itu, petugas juga meminta masyarakat tidak mendekati tepi sungai dalam jarak 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan.
Aliran lahar dan material vulkanik bisa menjangkau area hingga 17 kilometer dari pusat erupsi, terutama saat hujan turun di sekitar puncak gunung.
Warga Harus Waspadai Lahar
Badan Geologi juga mengingatkan potensi guguran lava dan banjir lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan beberapa anak sungai lain yang terhubung dengan aliran utama.
Saat hujan deras turun, material vulkanik di lereng gunung bisa terbawa arus dan memicu banjir lahar dengan cepat.
Karena itu, warga yang tinggal di sekitar sungai harus terus memantau kondisi cuaca dan perkembangan aktivitas gunung.
Aktivitas Semeru Terus Dipantau
Petugas pos pengamatan masih memantau aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam penuh. Pemerintah juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dan menghindari kabar yang belum jelas sumbernya.
Gunung Semeru termasuk salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsinya beberapa kali memengaruhi kehidupan warga di wilayah Lumajang dan sekitarnya.
Meski begitu, hingga Selasa pagi belum ada laporan korban akibat erupsi terbaru ini.
Warga tetap perlu menyiapkan langkah antisipasi sederhana, seperti memakai masker saat hujan abu turun dan segera menjauh dari sungai ketika hujan deras mengguyur kawasan puncak.
Pemerintah daerah bersama petugas vulkanologi terus berkoordinasi untuk menjaga keselamatan warga jika aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat.(ar)









