Sinabung Meningkat, Aktivitas Vulkanik Terpantau Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Geologi terus memantau aktivitas Gunung Sinabung secara real time.( Poto : ANTARA ).

Badan Geologi terus memantau aktivitas Gunung Sinabung secara real time.( Poto : ANTARA ).

Jakarta, jemarionline.com – Aktivitas Gunung Sinabung meningkat dan Badan Geologi meminta warga sekitar segera meningkatkan kewaspadaan. Ini menjadi perhatian utama setelah pemantauan menunjukkan tremor terus terjadi di kawasan Gunung Sinabung.

Tremor Terus Terjadi di Puncak Sinabung

Tim dari PVMBG mencatat getaran terus-menerus sejak Kamis malam. Alat pemantau merekam tremor dengan amplitudo hingga 4 milimeter yang masih berlangsung hingga siang hari.

Selain tremor, petugas juga menemukan gempa hembusan, gempa frekuensi rendah, dan gempa hybrid. Semua jenis gempa ini menunjukkan aktivitas internal gunung sedang meningkat.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan timnya terus memantau kondisi tersebut secara intensif.

“Data kegempaan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas yang perlu kita waspadai,” kata Lana dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  El Nino 2026 Diprediksi Bikin Kemarau Lebih Kering

Potensi Aktivitas Erupsi Meningkat

Badan Geologi menjelaskan peningkatan aktivitas ini bisa memicu erupsi freatik maupun magmatik. Tekanan di dalam sistem magma juga meningkat dan berpotensi mengganggu kubah lava di puncak gunung.

Dari pengamatan visual, petugas melihat asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang. Tingginya berkisar antara 50 hingga 500 meter di atas puncak.

Kondisi ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih berjalan meski tidak selalu terlihat besar dari kejauhan.

Pemerintah Perketat Zona Bahaya

Badan Geologi meminta warga, wisatawan, dan pendaki menjauhi radius 2 kilometer dari puncak gunung. Mereka juga menutup aktivitas di zona sektoral sejauh 3,5 kilometer di sektor selatan–timur.

Pemerintah daerah bersama BPBD memperkuat koordinasi dengan pos pengamatan Sinabung agar informasi terbaru cepat sampai ke masyarakat.

Baca Juga :  Gunung Dukono Meletus, Dua WNA Meninggal Dunia Saat Pendakian

Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko jika terjadi erupsi mendadak.

Selain erupsi, petugas juga mengingatkan potensi lahar saat hujan turun. Material vulkanik bisa mengalir melalui sungai di sektor barat daya yang berhulu di puncak gunung.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta tetap waspada, terutama saat curah hujan meningkat.

Penutup

Badan Geologi terus memantau aktivitas Gunung Sinabung secara real time. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan menghindari penyebaran kabar yang belum jelas sumbernya.

Kondisi gunung yang masih fluktuatif membuat kewaspadaan menjadi langkah paling penting saat ini.(ar)

Berita Terkait

Semeru Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Sungai
Krueng Peuto Meluap, Ratusan Rumah Kembali Banjir
Tanggul Widodaren Jebol, Dua Desa di Pati Banjir
El Nino 2026 Diprediksi Bikin Kemarau Lebih Kering
Hujan Deras Guyur Solo, Ratusan Rumah di 8 Kelurahan Terendam Banjir Luapan Sungai
Air Danau Toba Surut, Ancam Ketahanan Pangan dan Energi
Jalur Vital Aceh Lumpuh Lagi, Sungai Meluap Putuskan Akses Bireuen–Bener Meriah
Dua Wilayah Tangsel Terendam Banjir Usai Hujan Deras, Kali Meluap
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:00 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Sungai

Senin, 25 Mei 2026 - 09:00 WIB

Krueng Peuto Meluap, Ratusan Rumah Kembali Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:00 WIB

Tanggul Widodaren Jebol, Dua Desa di Pati Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

El Nino 2026 Diprediksi Bikin Kemarau Lebih Kering

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:00 WIB

Sinabung Meningkat, Aktivitas Vulkanik Terpantau Menguat

Berita Terbaru