Jemarionline.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Solo sejak semalam merendam ratusan rumah warga pada Rabu (15/4). Bahkan, air meluap hingga masuk ke pemukiman di delapan kelurahan yang tersebar di beberapa kecamatan. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo kini bekerja ekstra keras untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
Awalnya, hujan turun dengan intensitas sangat tinggi sejak Selasa sore hingga malam hari tanpa henti. Akibatnya, volume air di sejumlah anak sungai Bengawan Solo meningkat drastis dan meluncur ke daratan. Padahal, warga baru saja membersihkan sisa kotoran dari genangan kecil yang sempat muncul beberapa hari sebelumnya. Namun, luapan kali ini jauh lebih besar sehingga menggenangi ratusan bangunan dengan ketinggian bervariasi.
BPBD Solo Fokus Evakuasi dan Pendataan Korban
Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo menegaskan bahwa timnya sudah terjun ke lapangan sejak dini hari tadi. Saat ini, petugas fokus menyisir wilayah terdampak guna menjamin keselamatan warga, terutama lansia dan anak-anak. Jika debit air terus meningkat secara signifikan, maka pemerintah daerah akan segera menetapkan status tanggap darurat bencana banjir.
Selanjutnya, BPBD mencatat delapan kelurahan terdampak parah meliputi Kelurahan Joyotakan, Gandekan, hingga Pucangsawit. Apalagi, warga yang rumahnya tidak bisa ditempati mulai memadati beberapa titik lokasi pengungsian sementara. Maka dari itu, koordinasi dengan Dinas Sosial terus berjalan demi menjamin ketersediaan logistik dan bantuan makanan bagi para pengungsi.
Penyebab Luapan Air dan Kondisi Terkini
Bukan hanya itu, tumpukan sampah pada saluran drainase perkotaan juga memperburuk kondisi genangan di jalan protokol. Sebab, sampah yang terbawa arus menghambat laju aliran menuju sungai utama. Akibatnya, air tertahan di pemukiman warga dalam waktu yang cukup lama. Meskipun pompa air sudah bekerja maksimal, namun debit hujan ekstrem tetap melampaui kapasitas tampung drainase yang ada.
Bahkan, warga setempat mengaku bahwa banjir kali ini naik dengan sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Oleh sebab itu, mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh. Terlebih lagi, data BMKG memprediksi curah hujan di wilayah hulu masih akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Komitmen Pemerintah Jaga Keselamatan Warga
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Solo melalui dinas terkait akan memperketat pengawasan pada pintu-pintu air. Selain itu, petugas gabungan TNI dan Polri juga bersiaga di lokasi terdampak untuk menjaga keamanan harta benda milik pengungsi. Pasalnya, oknum tidak bertanggung jawab sering kali memanfaatkan situasi bencana untuk melakukan aksi kriminalitas.
Diharapkan, banjir akan segera surut seiring dengan menurunnya intensitas hujan di wilayah Solo Raya. Sebagai kesimpulan, BPBD terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang bisa terjadi kapan saja. Pada akhirnya, seluruh warga yang tinggal di daerah aliran sungai harus menempatkan keselamatan nyawa sebagai prioritas utama.









