Gunung Ile Lewotolok Erupsi 19 Kali, Warga Diminta Tetap Siaga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Ile Lewotolok di Lembata meletus 19 kali dalam sehari.( Poto : Mongabay ).

Gunung Ile Lewotolok di Lembata meletus 19 kali dalam sehari.( Poto : Mongabay ).

Nusa Tenggara Timur, jemarionline.com – Gunung Ile Lewotolok erupsi sebanyak 19 kali dalam sehari pada Kamis, 28 Mei 2026. Aktivitas gunung api di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu memunculkan kolom abu setinggi 100 hingga 200 meter disertai lontaran material pijar dan suara gemuruh lemah.

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menyampaikan aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sepanjang pengamatan pukul 00.00 hingga 24.00 Wita.

“Erupsi disertai lontaran material pijar dan gemuruh lemah,” kata Yeremias dalam laporan pengamatan yang dirilis Jumat, 29 Mei 2026.

Aktivitas yang terus meningkat membuat petugas meminta warga dan wisatawan lebih waspada. Mereka juga melarang masyarakat mendekati area rawan demi menghindari risiko bahaya.

Kolom Abu Muncul dari Kawah

Selama erupsi berlangsung, asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai tebal. Asap itu naik setinggi 20 sampai 50 meter dari atas puncak kawah.

Petugas pengamatan juga melihat area puncak gunung cukup jelas meski kabut tipis beberapa kali menutupi kawasan sekitar.

Baca Juga :  Gunung Marapi Erupsi 6 Kali di Mei 2026, Total 47 Letusan Sepanjang Tahun Masih Status Waspada

Selain mengeluarkan abu vulkanik, kawah Gunung Ile Lewotolok memuntahkan material pijar. Gunung juga mengeluarkan suara gemuruh lemah yang menandakan aktivitas magma masih bergerak di dalam perut bumi.

Data seismogram menunjukkan amplitudo letusan mencapai 11,1 hingga 59,7 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 31 sampai 71 detik.

Petugas PGA terus memantau kondisi gunung karena tekanan magma masih aktif dan berpotensi memicu erupsi lanjutan.

Gempa Vulkanik Masih Terjadi

Selain mencatat erupsi, petugas juga menemukan sejumlah aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Ile Lewotolok.

Selama periode pengamatan, alat monitoring merekam dua kali gempa tremor harmonik, satu gempa fase banyak, empat gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal, dan tiga gempa tektonik jauh.

Rangkaian gempa tersebut menunjukkan kondisi gunung belum stabil sepenuhnya.

Karena itu, petugas meminta warga tetap siaga meski aktivitas gunung masih berada pada level sedang.

Warga Harus Menjauhi Radius Bahaya

PGA Ile Lewotolok melarang masyarakat memasuki radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Larangan itu berlaku untuk warga sekitar maupun wisatawan.

Petugas juga mengingatkan warga agar mewaspadai guguran lava dan awan panas yang berpotensi mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

Baca Juga :  Menkeu: Pemerintah Fokus Jaga Kekuatan Fondasi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Selain menjaga jarak aman, warga perlu melindungi diri dari abu vulkanik. Petugas meminta masyarakat memakai masker atau alat pelindung saat beraktivitas di luar rumah.

“Gunakan masker untuk mengurangi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan,” ujar Yeremias.

Status Gunung Masih Waspada

Saat ini, Gunung Ile Lewotolok masih berada pada status Level II atau Waspada.

Status tersebut menandakan aktivitas vulkanik masih berlangsung dan bisa meningkat sewaktu-waktu. Karena itu, petugas vulkanologi terus mengawasi perkembangan gunung setiap hari.

Gunung Ile Lewotolok termasuk salah satu gunung api aktif di Nusa Tenggara Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, gunung ini beberapa kali mengalami erupsi dengan semburan abu dan material pijar.

Pemerintah daerah juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi agar tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya.

Dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, warga di sekitar Gunung Ile Lewotolok perlu tetap tenang, tetapi selalu siap menghadapi kemungkinan erupsi berikutnya.(ar)

Berita Terkait

Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Picu Inflasi Besar, Pemerintah Sebut Dampaknya Terbatas
IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar
Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan
SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan
300 Personel Polisi Amankan Yellow Run 2026 di GBK, Lalu Lintas Diatur Situasional
Menkeu: Pemerintah Fokus Jaga Kekuatan Fondasi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”
Gunung Marapi Erupsi 6 Kali di Mei 2026, Total 47 Letusan Sepanjang Tahun Masih Status Waspada
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Picu Inflasi Besar, Pemerintah Sebut Dampaknya Terbatas

Senin, 8 Juni 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:34 WIB

Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:42 WIB

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:18 WIB

300 Personel Polisi Amankan Yellow Run 2026 di GBK, Lalu Lintas Diatur Situasional

Berita Terbaru