Produksi Minyak UMKM di Jambi Tembus Ribuan Barel, Dorong Harapan Baru Sektor Energi Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Jambi, Jemarionline.com – Kinerja sektor energi berbasis masyarakat mulai menunjukkan perkembangan yang semakin terlihat. Di Jambi, aktivitas produksi minyak yang melibatkan UMKM dan badan usaha lokal mencatat peningkatan dan mulai memberi kontribusi terhadap rantai pasok energi nasional.

Data terbaru menunjukkan produksi minyak dari pengelolaan masyarakat di Jambi telah mencapai sekitar 2.724 barel per hari (BOPD). Capaian tersebut menjadi salah satu angka tertinggi dalam pengelolaan sumur rakyat yang saat ini berjalan melalui skema resmi.

Peningkatan ini sekaligus memperlihatkan perubahan pendekatan dalam sektor hulu migas. Jika sebelumnya aktivitas sumur masyarakat banyak berlangsung secara terbatas, kini pemerintah dan pelaku usaha mulai mendorong pola pengelolaan yang lebih terstruktur.

Produksi Terus Meningkat Seiring Penguatan Infrastruktur

Pengelola dan regulator menilai peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada jumlah sumur.

Pelaku usaha juga memperkuat fasilitas penampungan dan memperbaiki sistem operasional agar distribusi hasil produksi berjalan lebih efisien. Salah satu langkah yang dilakukan ialah penambahan kapasitas penyimpanan melalui fasilitas pendukung produksi.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas tetap menjadi target berikutnya.

“Produksi akan terus diupayakan meningkat,” ujarnya saat menjelaskan rencana penguatan fasilitas pendukung produksi.

Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan aspek tata kelola.

Baca Juga :  SKK Migas Buka Lowongan Kerja 2026, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftaran

Jambi Menjadi Salah Satu Wilayah dengan Produksi Tertinggi

Perkembangan di Jambi menjadi sorotan karena daerah ini mencatat produksi yang lebih tinggi dibanding sejumlah wilayah lain yang juga mengembangkan skema serupa.

SKK Migas sebelumnya mencatat ribuan sumur masyarakat telah masuk proses pendataan dan pembinaan di berbagai daerah. Dari seluruh wilayah yang terdata, Jambi menjadi salah satu daerah dengan kontribusi produksi paling menonjol.

Selain itu, implementasi regulasi baru membuka ruang kolaborasi antara masyarakat, koperasi, BUMD, dan pelaku usaha lokal untuk menjalankan aktivitas produksi secara lebih formal.

Aktivitas Produksi Mulai Memberi Dampak Ekonomi

Peningkatan produksi tidak hanya memberi tambahan pasokan energi.

Aktivitas ini juga mulai menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal.

SKK Migas menilai keterlibatan UMKM dan badan usaha daerah membuka peluang pendapatan baru sekaligus memperluas aktivitas ekonomi di sekitar wilayah produksi.

Baca Juga :  BPKP Jambi Pantau Seleksi Kompetensi SDM KDKMP dan KNMP di Dua Lokasi

Dalam skema yang berjalan saat ini, pengelolaan dilakukan melalui mekanisme resmi sehingga hasil produksi dapat masuk ke sistem industri nasional dengan pengawasan operasional dan tata kelola yang lebih tertata.

Keselamatan dan Lingkungan Mulai Menjadi Fokus

Selain mengejar produksi, pelaku usaha juga mulai memperkuat aspek keselamatan kerja.

Pihak terkait mendorong penggunaan alat pelindung diri, penataan area produksi, serta penguatan perlindungan lingkungan di sekitar lokasi operasional.

Langkah tersebut menjadi penting karena peningkatan produksi membutuhkan standar operasional yang lebih konsisten.

Di sisi lain, pendekatan tersebut juga membantu menciptakan model pengelolaan yang lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.

Peluang dan Tantangan ke Depan

Meski produksi menunjukkan tren positif, sektor ini masih menghadapi tantangan.

Pelaku usaha perlu menjaga konsistensi produksi, meningkatkan efisiensi, serta memastikan seluruh kegiatan mengikuti regulasi yang berlaku.

Namun, jika dukungan infrastruktur dan tata kelola terus berkembang, pengelolaan sumur masyarakat berpotensi memberi kontribusi lebih besar terhadap sektor energi nasional. (man)

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA 2026 di Batam
Pengukuhan DWP Kota Sungai Penuh Dorong Peran Perempuan Berdaya
Pemkot Sungai Penuh Percepat Penyusunan KLHS RDTR untuk Penataan Ruang Wilayah
Gubernur Jambi Al Haris Tegur Keras ASN yang Nekat Masuk Kantor Saat WFH
Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS
APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM
Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN
BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA 2026 di Batam

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pengukuhan DWP Kota Sungai Penuh Dorong Peran Perempuan Berdaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Percepat Penyusunan KLHS RDTR untuk Penataan Ruang Wilayah

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:02 WIB

Gubernur Jambi Al Haris Tegur Keras ASN yang Nekat Masuk Kantor Saat WFH

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB