Jemarionline.com, Jambi – Jambi pernah menjadi pusat perhatian Belanda karena minyaknya yang strategis. Pada masa Agresi Militer Belanda II, pasukan khusus dikerahkan untuk menguasai wilayah ini.
Satuan elit, termasuk penerjun payung dengan baret merah, dikirim untuk mengamankan daerah penghasil minyak. Kontrol atas minyak dianggap penting, tidak hanya untuk ekonomi, tapi juga logistik militer.
Kawasan seperti Bajubang dan Tempino menjadi lokasi produksi minyak yang vital. Selama perjuangan kemerdekaan, wilayah ini sering menjadi rebutan antara pasukan Republik dan Belanda. Minyak menjadi bahan bakar utama bagi kendaraan dan mesin perang.
Sejarawan menekankan bahwa pengiriman pasukan elit menunjukkan pentingnya minyak dalam strategi perang. Aksi ini bukan hanya soal kekuatan militer, tapi juga soal mengamankan sumber daya yang menentukan kelangsungan operasi.








