Banyak Analis Kredit Pilih Resign, Takut Kriminalisasi Kredit Macet

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak Analis Kredit Pilih Resign, Takut Kriminalisasi Kredit Macet (dok.infobanknews,com)

Banyak Analis Kredit Pilih Resign, Takut Kriminalisasi Kredit Macet (dok.infobanknews,com)

Jemarionline.com, Jakarta – Banyak analis kredit dan petugas bank di Indonesia memilih pindah divisi atau bahkan mengundurkan diri. Penyebabnya adalah takut dituntut pidana jika kredit macet, meski prosedur kredit sudah dijalankan dengan benar.

Pada akhir 2025, rasio kredit macet di perbankan nasional tercatat 2,21%, masih di bawah batas aman 5%. Namun, potensi kredit bermasalah (loan at risk) mencapai 9,22%, yang bisa menjadi risiko serius jika tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga :  NPL KPR BTN Turun Jadi 2,8 Persen, Transformasi Kredit Dorong Kualitas Pembiayaan

Ketakutan menghadapi tuntutan pidana membuat beberapa bank menjadi lebih berhati-hati menyalurkan kredit. Bahkan beberapa bank menunda atau mengurangi pemberian kredit untuk menghindari masalah hukum.

“Banyak analis kredit merasa tidak aman. Akibatnya, mereka memilih pindah divisi atau resign,” ujar seorang sumber perbankan yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Lonjakan BI Rate 100 Basis Poin Ancam Kredit Macet, Kelas Menengah Paling Rentan

Para pengamat menekankan bahwa kredit macet seharusnya diselesaikan melalui mekanisme perdata atau administratif, bukan pidana. Mereka juga meminta pemerintah dan DPR mengatur batasan hukum agar bankir dapat bekerja tanpa takut, dan sektor perbankan tetap sehat.

Berita Terkait

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
IHSG Melemah Usai Ancaman Turun Kasta dari S&P Dow Jones
Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Faktor yang Mendorong Kenaikannya
GoTo Buka Suara soal PHK Tokopedia, Pastikan Tak Berdampak Material
Harga Emas Antam Naik Rp11.000, Buyback Melonjak Rp55.000
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:00 WIB

IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:00 WIB

IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:00 WIB

IHSG Melemah Usai Ancaman Turun Kasta dari S&P Dow Jones

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB