Tekanan RI ke PBB Menguat, Keselamatan Pasukan Perdamaian Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan penjaga perdamaian PBB bertugas di menara pengawas di Lebanon bagian selatan. (Reuters)

Pasukan penjaga perdamaian PBB bertugas di menara pengawas di Lebanon bagian selatan. (Reuters)

Jemarionline – Tekanan Indonesia terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa semakin kuat setelah insiden yang menimpa prajurit TNI di Lebanon.

Dalam beberapa hari terakhir, rangkaian serangan di wilayah konflik tersebut telah menimbulkan korban di pihak Indonesia. Tidak hanya prajurit yang gugur, sejumlah lainnya juga mengalami luka akibat ledakan di area penugasan.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius. Ia meminta PBB tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret.

Baca Juga :  Satgas TNI-Polri Temukan Ladang Ganja Siap Panen di Pegunungan Bintang

Indonesia juga menekankan pentingnya investigasi yang transparan dan menyeluruh. Hal ini dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas serta mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dalam konteks lebih luas, insiden ini menyoroti risiko besar yang dihadapi pasukan perdamaian di wilayah konflik aktif. Padahal, misi United Nations Interim Force in Lebanon bertujuan menjaga stabilitas, bukan terlibat dalam peperangan.

Selain mendorong investigasi, Indonesia juga meminta adanya jaminan keamanan yang lebih kuat bagi seluruh personel UNIFIL. Evaluasi terhadap sistem perlindungan dan prosedur keamanan menjadi hal yang mendesak.

Baca Juga :  Trump Desak Negara yang Enggan Bantu Buka Selat Hormuz: “Berjuanglah Sendiri”

Langkah diplomatik pun telah diambil. Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan khusus untuk membahas situasi di Lebanon dan keselamatan pasukan perdamaian.

Bagi Indonesia, peristiwa ini bukan hanya soal insiden keamanan. Lebih dari itu, ini menyangkut komitmen global terhadap perlindungan pasukan yang bertugas menjaga perdamaian dunia.

Berita Terkait

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia
Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:52 WIB

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB