Rupiah Terperosok ke Level Rp 17.127, Efek Eskalasi Global dan Lemahnya Fundamental

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah yang terus terperosok ke level terendah sepanjang masa kini menjadi ancaman serius bagi perekonomian domestik.

Nilai tukar rupiah yang terus terperosok ke level terendah sepanjang masa kini menjadi ancaman serius bagi perekonomian domestik.

Jemarionline.com – Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan hingga menyentuh level terendah sepanjang masa. Pada perdagangan Selasa (14/4), mata uang Garuda terpuruk ke posisi Rp 17.127 per dolar AS. Tekanan besar ini tidak hanya datang dari faktor eksternal, tetapi juga mencerminkan rapuhnya fundamental domestik yang kini tengah diuji.

Melesatnya harga dolar AS terjadi di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Eskalasi geopolitik ini memicu kepanikan pasar global, sehingga investor cenderung menarik modal mereka dari pasar negara berkembang dan beralih ke aset aman (safe haven).

Baca Juga :  Rupiah Tertekan, Dinar Kuwait Tetap Menguat di Puncak Dunia

Geopolitik dan Rapuhnya Fundamental Domestik

Kondisi ekonomi dalam negeri kini menjadi sorotan tajam seiring merosotnya kepercayaan investor. Sejak awal tahun 2026, rupiah sudah mencatatkan pelemahan hingga 2,6%. Analis menilai bahwa ketergantungan pada aliran modal asing dan beban subsidi yang berat membuat daya tahan ekonomi nasional kian rentan terhadap guncangan luar.

Pemerintah dan Bank Indonesia menghadapi tantangan besar untuk menstabilkan kurs. Jika tekanan ini berlanjut tanpa langkah intervensi yang kuat, biaya impor dan harga barang di tingkat konsumen berpotensi melonjak drastis dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Kesepakatan Tarif RI–AS Dikritik Rocky Gerung, Pemerintah Diminta Evaluasi Ulang

Strategi Pemerintah Menghadapi Tekanan Global

Untuk menjaga agar ekonomi tetap berjalan, otoritas moneter kini tengah memantau pergerakan pasar secara intensif. Langkah-langkah strategis diperlukan guna memastikan ketersediaan likuiditas dolar di pasar domestik tetap terjaga.

Pasar kini menantikan kebijakan konkret dari pemerintah untuk memperkuat struktur fundamental ekonomi. Tanpa perbaikan di sektor internal, gejolak geopolitik dunia akan terus menjadi ancaman serius yang menenggelamkan nilai tukar rupiah lebih dalam lagi.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Berita Terbaru