Jemarionline – Ahli kesehatan mengungkapkan terjadi peningkatan kasus gangguan tidur di masyarakat, terutama pada kelompok usia produktif. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan stres kerja, penggunaan gawai berlebihan, serta pola tidur yang tidak teratur.
Gangguan tidur seperti insomnia, tidur tidak nyenyak, hingga sering terbangun di malam hari kini semakin banyak dikeluhkan pasien. Padahal, tidur memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan mental.
Dokter spesialis kesehatan masyarakat, dr. Sinta Lestari, menjelaskan kurang tidur dapat menurunkan sistem imun dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.
“Orang yang kurang tidur lebih rentan terkena infeksi, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi,” katanya.
Selain itu, gangguan tidur dalam jangka panjang juga dapat memicu obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, masyarakat disarankan mulai menerapkan kebiasaan tidur sehat, seperti tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan kamar yang nyaman.
Ahli juga menyarankan agar gangguan tidur yang berlangsung lebih dari dua minggu segera dikonsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.









