Kurang Paparan Sinar Matahari Picu Kekurangan Vitamin D, Ahli Ingatkan Risiko Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan daya tahan tubuh.

Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan daya tahan tubuh.

Jemarionline – Ahli kesehatan mengingatkan bahwa kurangnya paparan sinar matahari dapat menyebabkan kekurangan vitamin D, kondisi yang kini semakin banyak dialami masyarakat perkotaan. Gaya hidup lebih sering berada di dalam ruangan menjadi salah satu penyebab utama masalah ini.

Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko tulang rapuh, mudah lelah, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Baca Juga :  Makanan Tinggi Serat Bantu Jaga Pencernaan dan Turunkan Kolesterol

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Maya Putri, menjelaskan banyak orang tidak menyadari tubuhnya kekurangan vitamin D.
“Sebagian besar pasien merasa baik-baik saja, padahal kadar vitamin D mereka rendah setelah diperiksa,” katanya.

Ia menambahkan, kelompok yang paling berisiko adalah pekerja kantoran, lansia, serta orang yang jarang beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, penggunaan tabir surya berlebihan tanpa diimbangi paparan matahari yang cukup juga dapat memengaruhi produksi vitamin D alami dalam tubuh.

Baca Juga :  Gangguan Tidur Meningkat di Awal Tahun, Dokter Ingatkan Dampaknya bagi Kesehatan Mental dan Imunitas

Ahli menyarankan masyarakat untuk mendapatkan paparan sinar matahari pagi selama 10–15 menit, setidaknya tiga kali seminggu. Selain itu, asupan vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, telur, dan susu fortifikasi.

Jika diperlukan, pemeriksaan kadar vitamin D dapat dilakukan untuk memastikan kebutuhan tubuh terpenuhi dan mencegah gangguan kesehatan jangka panjang.

Berita Terkait

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
4.300 Warga Jalani Tes HIV di Sukabumi, 54 Orang Positif hingga Juni 2026
Menkes Budi Siapkan Terobosan, Hepatitis B Bisa Ditangani di Puskesmas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani

Senin, 8 Juni 2026 - 15:00 WIB

RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal

Berita Terbaru