WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Global atas Wabah Ebola Varian Bundibugyo

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ebola(Foto: shutterstock)

Ilustrasi ebola(Foto: shutterstock)

Jakarta, Jemarionline.com – Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) mengumumkan status darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) setelah wabah Ebola varian Bundibugyo menyebar di Republik Demokratik Kongo dan Uganda. WHO mengambil keputusan ini karena wabah menunjukkan peningkatan kasus, kematian, serta potensi penyebaran lintas negara yang signifikan.

Kronologi dan Kondisi Terkini Wabah

Otoritas kesehatan di Kongo melaporkan puluhan kematian dan ratusan kasus suspek di wilayah Ituri. Uganda juga mencatat kasus yang terkonfirmasi di ibu kota Kampala, yang menunjukkan bahwa virus sudah melintasi perbatasan negara. WHO mencatat bahwa penularan terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, sehingga penyebarannya sangat cepat di wilayah dengan mobilitas tinggi.

Baca Juga :  Penelitian Terbaru: Olahraga Ringan 20 Menit Sehari Bisa Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Alasan WHO Mengumumkan Status Darurat

WHO menetapkan status darurat karena beberapa faktor utama. Pertama, varian Bundibugyo termasuk jenis Ebola yang jarang muncul dan memiliki tingkat kematian tinggi. Kedua, belum ada vaksin atau terapi khusus yang tersedia secara luas untuk menangani varian ini. Ketiga, sistem kesehatan di wilayah terdampak menghadapi tekanan berat akibat konflik dan keterbatasan fasilitas medis.

Dampak dan Respons Internasional

Setelah pengumuman tersebut, WHO mengoordinasikan langkah cepat dengan pemerintah Kongo dan Uganda untuk memperkuat deteksi kasus, pelacakan kontak, serta penanganan pasien. Organisasi ini juga mengirim tim medis, peralatan, dan dana darurat untuk memperlambat penyebaran virus.Beberapa negara tetangga meningkatkan kewaspadaan di perbatasan guna mencegah penularan lebih luas.

Baca Juga :  WHO Tetapkan Ebola PHEIC, Indonesia Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Negara

Kesimpulan

WHO menilai wabah Ebola varian Bundibugyo sebagai ancaman serius bagi kesehatan global karena penyebarannya cepat, tingkat kematian tinggi, dan keterbatasan penanganan medis. Dengan status darurat ini, negara-negara terdampak diharapkan memperkuat koordinasi internasional untuk menekan penyebaran lebih lanjut.

Berita Terkait

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal
AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya
5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus
Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari
Mulai Juni 2026, Pasien BPJS Wajib Kontrol Sesuai Jadwal atau Tak Dilayani
RSUD Soedjono Selong Mulai Vaksinasi MR, Pegawai Jadi Sasaran Awal
70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:00 WIB

7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:00 WIB

AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:00 WIB

Gejala Sinusitis: Mengira Flu Biasa? Hidung Tersumbat Bisa Jadi Tanda Sinus

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:00 WIB

Bahaya Kekurangan Gizi Mikro pada Anak yang Sering Tak Disadari

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB