Jemarionline – Kritik mahasiswa terhadap pemerintah kembali menjadi sorotan. Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Andalas (BEM Unand) menyampaikan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi hal tersebut, Andre Rosiade menyatakan bahwa kritik adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Ia bahkan menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penyambung suara masyarakat.
Namun, Andre mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus diiringi dengan tanggung jawab. Menurutnya, cara penyampaian kritik menjadi faktor penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Ia menilai kritik yang disampaikan secara santun justru akan lebih efektif dan berdampak. Sebaliknya, kritik yang disampaikan tanpa etika berpotensi menimbulkan polemik baru.
Andre juga menegaskan bahwa pemerintah tidak anti kritik. Presiden Prabowo, menurutnya, membuka ruang bagi masukan dari berbagai pihak sebagai bagian dari proses demokrasi.
Di sisi lain, dinamika antara mahasiswa dan pemerintah dinilai sebagai hal yang lumrah. Perbedaan pandangan justru menjadi bagian dari proses menuju kebijakan yang lebih baik.
Ia berharap interaksi antara mahasiswa dan pemerintah tetap berjalan dalam suasana yang konstruktif, sehingga kritik tidak hanya menjadi ekspresi, tetapi juga solusi.









