Narasi Media Israel soal Perang Iran-AS: Ancaman dan Dukungan Militer

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Media domestik Israel sering menampilkan bendera Israel dan Amerika Serikat berdampingan selama liputan berita mereka. (Channel 12 News)

Media domestik Israel sering menampilkan bendera Israel dan Amerika Serikat berdampingan selama liputan berita mereka. (Channel 12 News)

Jemarionline – Cara media Israel memberitakan perang Iran dan Amerika Serikat menarik perhatian. Pemberitaan cenderung membangun narasi bahwa Iran adalah ancaman utama bagi negara tersebut.

Media Israel secara konsisten mengulang pernyataan pemimpin seperti Benjamin Netanyahu. Iran disebut sebagai ancaman eksistensial yang harus dihentikan.

Dalam laporan berita, Iran juga sering digambarkan sebagai pusat jaringan kelompok proksi di Timur Tengah. Hal ini memperkuat persepsi bahwa konflik memiliki dampak luas di kawasan.

Baca Juga :  Ribuan Orang Hadiri Sidang Akbar di China, Investor Global Mulai Waswas

Penggunaan istilah seperti ancaman nuklir menjadi hal yang umum. Media menekankan bahwa Iran berpotensi mengembangkan senjata nuklir.

Beberapa stasiun televisi bahkan menampilkan tayangan dramatis. Video serangan udara dan ledakan dipadukan dengan pesan kemenangan.

Narasi tersebut perlahan membentuk opini publik. Dukungan terhadap aksi militer pun semakin kuat di masyarakat.

Baca Juga :  Siapa Saja yang Hadir dalam Negosiasi Damai Iran–AS di Islamabad

Di sisi lain, kritik terhadap perang jarang muncul di media arus utama. Hal ini menunjukkan dominasi narasi yang sejalan dengan pemerintah.

Konflik Iran-AS yang dimulai pada Februari 2026 terus meluas. Serangan militer dan balasan dari kedua pihak berdampak pada stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru