Jemarionline.com, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa rencana pembelian jet tempur KAAN dari Turki dilakukan melalui skema pinjaman luar negeri (utang).Juru bicara Kemhan menjelaskan bahwa saat ini sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas. Namun, prosesnya masih berjalan karena harus melalui mekanisme pembiayaan berupa Pinjaman Luar Negeri (PLN) yang dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan.
Pengadaan jet tempur ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara serta kebutuhan operasional TNI Angkatan Udara.
Tentang Jet Tempur KAAN
Jet tempur TAI TF Kaan merupakan pesawat tempur generasi kelima buatan Turki yang masih dalam tahap pengembangan. Pesawat ini dirancang sebagai jet tempur siluman (stealth) dengan kemampuan superioritas udara dan multi-peran.KAAN diproyeksikan mulai digunakan pada dekade 2030-an dan juga ditawarkan ke pasar internasional, termasuk Indonesia sebagai salah satu calon pengguna.
Skema Pembelian & Tahapan
- Menggunakan Pinjaman Luar Negeri (PLN) atau utang negara
- Kontrak awal sudah ada, tetapi belum sepenuhnya aktif
- Pembelian dilakukan bertahap, tidak sekaligus
- Disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan militer
Konteks Modernisasi Alutsista
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista), khususnya di sektor udara.Sebelumnya, Indonesia juga telah mengakuisisi berbagai jet tempur modern dari negara lain, termasuk Rafale dari Prancis, sebagai bagian dari strategi memperkuat pertahanan nasional.









