Menteri PKP Mulai Bangun Hunian Tetap Korban Bencana di Sumatera, Tersebar di 197 Lokasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PKP Mulai Bangun Hunian Tetap Korban Bencana di Sumatera, Tersebar di 197 Lokasi (Dok: Kementrian PKP)

Menteri PKP Mulai Bangun Hunian Tetap Korban Bencana di Sumatera, Tersebar di 197 Lokasi (Dok: Kementrian PKP)

Jemarionline – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatera segera dimulai. Proyek ini akan dilaksanakan di 197 titik lokasi yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa seluruh tahapan perencanaan dan administrasi telah diselesaikan. Proses tersebut mencakup penetapan lokasi yang telah dinyatakan clear and clean, pendataan penerima melalui sistem by name by address (BNBA), penyusunan detail engineering design (DED), hingga pelaksanaan proses lelang.

“Saat ini kami sudah memasuki tahap akhir, yaitu pembangunan hunian tetap di lapangan,” kata Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, dalam rapat bersama Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI, Sabtu (10/1/2026).

Untuk mendukung percepatan pembangunan, pemerintah telah menyiapkan lahan relokasi di sejumlah wilayah terdampak. Di Provinsi Aceh, tersedia 153 titik lahan yang bersumber dari pemerintah daerah, lahan negara, BUMN/BUMD, swasta, serta sebagian yang masih dalam tahap identifikasi.

Baca Juga :  Tersesat di Gunung Batukaru, 3 Pendaki Lintas Negara Berhasil Diselamatkan SAR

Sementara itu, Sumatera Utara menyiapkan 16 lokasi relokasi, sedangkan Sumatera Barat menyediakan 28 lokasi. Total luas lahan yang disiapkan untuk pembangunan hunian tetap tersebut mencapai 473 hektare di Aceh, 58 hektare di Sumatera Utara, dan 53 hektare di Sumatera Barat.

Ara menjelaskan bahwa khusus di Aceh, total luas lahan relokasi mencapai 473,09 hektare dengan potensi pembangunan hingga 28.311 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 titik lahan telah melalui proses verifikasi lapangan dan dinyatakan layak untuk dibangun hunian tetap.

Berdasarkan data terakhir hingga Jumat, 9 Januari 2026 pukul 17.00 WIB, jumlah rumah yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut mencapai sekitar 189.308 unit. Di Aceh, tercatat 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rusak sedang, 29.527 rusak berat, serta 13.969 rumah hanyut.

Baca Juga :  Desa Talang Lindung Raih Prestasi Nasional di Hari Desa 2026

Adapun di Sumatera Utara, jumlah rumah terdampak meliputi 18.341 unit rusak ringan, 3.616 rusak sedang, 5.149 rusak berat, dan 937 rumah hanyut. Sementara di Sumatera Barat, tercatat 6.627 rumah rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, serta 791 rumah hanyut.

Menteri PKP menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan utama. Lokasi huntap wajib berada di kawasan yang aman dari ancaman bencana, tidak memiliki masalah hukum, serta dekat dengan pusat aktivitas dan mata pencaharian masyarakat, seperti lahan pertanian, tempat kerja, sekolah, dan pasar.

 

 

Berita Terkait

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus
Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia
SKK Migas Buka Lowongan Kerja 2026, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftaran
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:00 WIB

Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB