Jemarionline.com, Jakarta – 30 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia terus memantau kapal tanker Pertamina yang berada di Selat Hormuz, jalur strategis yang tengah mengalami ketegangan. Kementerian Luar Negeri bersama Pertamina International Shipping (PIS) melakukan koordinasi ketat untuk memastikan keselamatan awak kapal dan kelancaran operasional.
Pihak Iran memberi sinyal positif terkait permintaan Indonesia agar kapal-kapal tersebut dapat melintas dengan aman. Namun, sejumlah kapal masih belum bisa meninggalkan Selat Hormuz karena situasi keamanan yang belum stabil.
Juru bicara pemerintah menegaskan, klaim di media sosial mengenai “pembebasan kapal” oleh pihak tertentu tidak benar. Semua langkah penyelesaian dilakukan melalui jalur diplomasi resmi.
Selat Hormuz adalah jalur ekspor minyak dunia yang penting. Gangguan di wilayah ini dapat berdampak pada perdagangan internasional. Pemerintah terus memantau situasi untuk memastikan kapal-kapal Indonesia bisa kembali beroperasi dengan aman.









