Dua Kapal Iran Diduga Ambil Bahan Bakar Roket dari Pelabuhan China

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Kapal Iran Diduga Ambil Bahan Bakar Roket dari Pelabuhan China

Dua Kapal Iran Diduga Ambil Bahan Bakar Roket dari Pelabuhan China

Dua kapal Iran dilaporkan mengambil bahan kimia yang diduga menjadi bahan baku bahan bakar roket dari sebuah pelabuhan di China. Informasi ini terungkap dari analisis data pelacakan kapal serta citra satelit.

Kedua kapal tersebut bernama Shabdis dan Barzin. Kapal ini dioperasikan oleh perusahaan pelayaran milik negara Iran, yaitu Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL).

Sebelumnya, perusahaan tersebut telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat.

Kapal Sempat Berlabuh di Pelabuhan China

Menurut laporan yang beredar, kedua kapal itu sempat berlabuh di Pelabuhan Gaolan, Zhuhai, China.

Baca Juga :  Netanyahu Tanggapi Pernyataan Trump soal Negosiasi Damai Iran, Tetap Waspada

Pelabuhan ini dikenal sebagai lokasi penyimpanan berbagai bahan kimia industri. Oleh karena itu, aktivitas kapal tersebut langsung menarik perhatian para analis maritim.

Para analis menduga kapal itu memuat sodium perchlorate. Bahan kimia ini sering digunakan untuk membuat bahan bakar roket padat.

Selain itu, bahan tersebut juga menjadi komponen penting dalam pengembangan teknologi rudal.

Diduga Berlayar Menuju Iran

Setelah proses pemuatan selesai, kedua kapal itu dilaporkan meninggalkan pelabuhan di China.

Baca Juga :  Putin Kirim Pesawat Militer Evakuasi Mojtaba Khamenei untuk Berobat ke Rusia

Selanjutnya, kapal tersebut diduga berlayar menuju Iran. Para analis memperkirakan tujuan akhirnya adalah Pelabuhan Bandar Abbas.

Pelabuhan tersebut merupakan salah satu pusat logistik utama di negara tersebut.

Picu Perhatian Internasional

Temuan ini kembali memicu perhatian sejumlah negara Barat.

Pasalnya, Iran selama ini dituduh terus mengembangkan program rudal balistik. Program tersebut dinilai dapat meningkatkan kekuatan militernya.

Di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, dugaan pengiriman bahan baku roket ini pun menjadi sorotan internasional.

Berita Terkait

Voting DK PBB soal Selat Hormuz Ditunda Hingga Besok
Pemimpin Junta Myanmar Terpilih Jadi Presiden, Militer Kembali Kuasai Pemerintahan
Umrah Hanya untuk Warga Saudi, Jemaah Internasional Wajib Keluar
Saudi Gelar Forum Umrah dan Ziyarah 2026 dengan Layanan Canggih
Sejarah Terbentuknya Selat Hormuz: Jalur Strategis yang Terbentuk dari Proses Alam
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi PBB
Kejadian Drone di Rumah Menhan‑Menlu AS: Pentagon Siapkan Perlindungan Lebih Ketat
Harga Bensin di AS Lampaui US$4 per Galon, Warga Keluhkan Biaya Hidup
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:55 WIB

Voting DK PBB soal Selat Hormuz Ditunda Hingga Besok

Jumat, 3 April 2026 - 23:00 WIB

Pemimpin Junta Myanmar Terpilih Jadi Presiden, Militer Kembali Kuasai Pemerintahan

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WIB

Umrah Hanya untuk Warga Saudi, Jemaah Internasional Wajib Keluar

Jumat, 3 April 2026 - 01:00 WIB

Saudi Gelar Forum Umrah dan Ziyarah 2026 dengan Layanan Canggih

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Sejarah Terbentuknya Selat Hormuz: Jalur Strategis yang Terbentuk dari Proses Alam

Berita Terbaru

Rekor Baru Penumpang Kereta Cepat Whoosh Saat Lebaran 2026 ( dok.KCIC/KOMPAS.com )

Nasional

Rekor Baru Penumpang Kereta Cepat Whoosh Saat Lebaran 2026

Sabtu, 4 Apr 2026 - 11:00 WIB

Traktor Nusantara Buka Lowongan Management Trainee 2026

Bisnis

Traktor Nusantara Buka Lowongan Management Trainee 2026

Sabtu, 4 Apr 2026 - 10:00 WIB

KPK Periksa Bos Rokok HS Terkait Skandal Pita Cukai ( dok.metro TV/Candra )

Kriminal

KPK Periksa Bos Rokok HS Terkait Skandal Pita Cukai

Sabtu, 4 Apr 2026 - 09:00 WIB

Pejabat Muaro Jambi Dirotasi, Dua Sekretaris OPD Dilantik ( dok.JAMBIUPDATE.CO)

Daerah

Pejabat Muaro Jambi Dirotasi, Dua Sekretaris OPD Dilantik

Sabtu, 4 Apr 2026 - 08:00 WIB

Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios

Teknologi

Google Tuduh Korea Utara Serang Software Axios

Sabtu, 4 Apr 2026 - 07:00 WIB