IHSG Merosot Lebih dari 3 Persen Usai Pengumuman MSCI, Investor Asing Ramai Lepas Saham

IHSG Merosot Lebih dari 3 Persen Usai Pengumuman MSCI

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: DetikFinance

Foto: DetikFinance

Jakarta, Jemarionline.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan perubahan indeks global terbaru mereka. Dalam tiga hari perdagangan terakhir, IHSG tercatat turun lebih dari 3 persen dan membuat pelaku pasar mulai meningkatkan kewaspadaan.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG melemah 3,53 persen ke level 6.723,320 sepanjang periode perdagangan 11 hingga 13 Mei 2026. Pada pekan sebelumnya, indeks masih berada di level 6.936,396.

Tekanan jual muncul setelah MSCI mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global mereka, termasuk beberapa emiten besar yang sebelumnya menjadi perhatian investor asing.

Kondisi tersebut langsung memicu aksi jual di pasar domestik. Investor asing mulai melepas saham-saham big caps yang terdampak perubahan indeks MSCI.

Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Indonesia Ikut Turun

Penurunan IHSG turut menekan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Nilai kapitalisasi pasar tercatat turun menjadi Rp11.825 triliun dari sebelumnya Rp12.406 triliun.

Selain itu, aktivitas transaksi harian juga mengalami penurunan cukup signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian turun hampir 19 persen menjadi Rp18,82 triliun dibanding pekan sebelumnya yang mencapai Rp23,05 triliun.

Volume transaksi harian turut melemah lebih dari 22 persen menjadi 35,76 miliar lembar saham.

Analis pasar menilai kondisi itu menunjukkan investor mulai mengambil posisi defensif setelah pengumuman MSCI keluar.

MSCI Keluarkan Sejumlah Saham Indonesia dari Indeks Global

MSCI resmi menghapus sejumlah saham Indonesia dari indeks global dalam evaluasi terbaru Mei 2026.

Beberapa saham yang keluar dari MSCI Global Standard Index antara lain:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Baca Juga :  IHSG Melemah 0,46% ke 7.559, Saham BNBR dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan Hari Ini

MSCI juga menghapus sejumlah saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index.

Keputusan tersebut langsung memicu sentimen negatif karena pasar sebelumnya berharap masih ada peluang peningkatan bobot saham Indonesia pada indeks global.

Reuters melaporkan MSCI mengambil langkah tersebut karena mempertimbangkan transparansi pasar dan konsentrasi kepemilikan saham pada sejumlah emiten besar Indonesia.

Investor Asing Catat Net Sell Triliunan Rupiah

Aksi jual investor asing semakin memperbesar tekanan pada IHSG. Bursa Efek Indonesia mencatat net foreign sell mencapai Rp1,531 triliun hanya dalam satu hari perdagangan pada Rabu, 13 Mei 2026.

Secara akumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih asing bahkan sudah mencapai Rp40,823 triliun.

Kondisi tersebut membuat sejumlah saham unggulan mengalami koreksi tajam dalam waktu singkat.

PT Chandra Asri Pacific Tbk tercatat sempat anjlok lebih dari 11 persen. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk turun hampir 10 persen setelah pengumuman MSCI dirilis.

Tekanan juga muncul pada saham-saham yang memiliki kapitalisasi besar dan tingkat kepemilikan asing tinggi.

Rupiah dan Sentimen Global Tambah Tekanan Pasar

Selain faktor MSCI, pelemahan IHSG juga dipengaruhi sentimen global dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp17.525 per dolar Amerika Serikat dan menjadi salah satu tekanan tambahan bagi pasar saham domestik.

Situasi geopolitik global juga ikut memengaruhi psikologi investor. Pasar internasional masih mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat, China, dan Iran yang berpotensi memengaruhi arus modal global.

Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level support di area 6.700 dalam jangka pendek.

“Perlu diwaspadai koreksi lanjutan karena pengumuman MSCI,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset pasar terbaru.

Pengumuman MSCI Dinilai Tetap Punya Dampak Positif

Meski pasar merespons negatif dalam jangka pendek, sebagian analis melihat keputusan MSCI dapat memberikan dampak positif untuk jangka panjang.

Baca Juga :  Investasi Pabrik Truk Listrik di Cilegon Jadi Sorotan, Benarkah Akan Jadi Basis EV Indonesia?

Penjabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menilai pengumuman tersebut justru membantu mengurangi ketidakpastian di pasar modal Indonesia.

Reuters juga melaporkan regulator Indonesia mulai menyiapkan sejumlah reformasi pasar, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham dan aturan free float yang lebih ketat.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Beberapa analis juga menilai keluarnya saham tertentu dari MSCI bisa membuka peluang restrukturisasi pasar dan memperbaiki kualitas emiten yang masuk dalam indeks global.

Pelaku Pasar Diminta Tetap Waspada

Sejumlah sekuritas memperkirakan volatilitas pasar masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. Investor diminta lebih selektif memilih saham dan memperhatikan sentimen global.

Tekanan dari arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, dan ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan IHSG.

Meski demikian, sebagian analis percaya pasar saham Indonesia masih memiliki fundamental jangka panjang yang cukup kuat.

Kinerja emiten perbankan besar dan sektor konsumsi domestik dinilai masih mampu menopang stabilitas pasar dalam beberapa bulan mendatang.

IHSG Masih Jadi Sorotan Investor

Penurunan lebih dari 3 persen dalam waktu singkat membuat IHSG kembali menjadi perhatian investor domestik maupun asing.

Banyak pelaku pasar kini menunggu langkah lanjutan regulator dan respons investor global terhadap hasil rebalancing MSCI terbaru.

Jika tekanan jual asing mulai mereda dan kondisi global membaik, pasar saham Indonesia berpotensi kembali stabil secara bertahap.

Namun untuk jangka pendek, investor masih perlu mencermati pergerakan rupiah, arus modal asing, dan perkembangan kebijakan global yang dapat memengaruhi sentimen pasar. (man)

Berita Terkait

PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI, Perkuat Legalitas Bisnis Periklanan Digital
Grab Resmi Hentikan Program Akses Hemat GrabBike, Ini Dampaknya bagi Mitra Pengemudi
Strategi Investasi ST016 Saat Pasar Cermati Kenaikan Suku Bunga AS dan BI
Gen Z Semakin Aktif Berinvestasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
IHSG Ambruk 4,11 Persen, Investor Panik Saat Bursa Sentuh Level Terendah Setahun
Saham BUMI Berbalik Arah Melemah Saat IHSG Anjlok pada Sesi Pertama
Cara Membuat Roti Teflon Empuk Tanpa Oven, Hasil Lembut Ala Bakery
Harga Emas Turun Hari Ini, Antam Stabil di Tengah Tekanan Pasar Global
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:11 WIB

PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI, Perkuat Legalitas Bisnis Periklanan Digital

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:00 WIB

Grab Resmi Hentikan Program Akses Hemat GrabBike, Ini Dampaknya bagi Mitra Pengemudi

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:00 WIB

Strategi Investasi ST016 Saat Pasar Cermati Kenaikan Suku Bunga AS dan BI

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:00 WIB

Gen Z Semakin Aktif Berinvestasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:00 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Investor Panik Saat Bursa Sentuh Level Terendah Setahun

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB