IHSG Terjun Bebas ke Bawah 5.000, Kapitalisasi Pasar Bursa Anjlok Rp8.000 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG anjlok ke 4.996,60 pada penutupan Senin (19/10/2026), menyeret saham BBRI, BMRI, dan TLKM ke zona merah secara serempak.(poto: AI).

IHSG anjlok ke 4.996,60 pada penutupan Senin (19/10/2026), menyeret saham BBRI, BMRI, dan TLKM ke zona merah secara serempak.(poto: AI).

Jakarta, Jemarionline.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini dengan koreksi tajam hingga terlempar dari level psikologis penting. Tekanan jual yang sangat masif memaksa IHSG terjun bebas ke posisi 4.996,60 pada penutupan perdagangan sesi sore, Senin (19/10/2026).

Penurunan signifikan tersebut mengikis indeks komposit domestik sebesar 3,64 persen sepanjang hari bursa. Berdasarkan rangkuman data RTI Infokom, IHSG bergerak liar dan sempat menyentuh level terendah pada angka 4.907 hingga level tertinggi 5.012.

Pelemahan bursa saham dalam negeri menyeret sebagian besar instrumen ekuitas ke zona merah tanpa perlawanan berarti. Sebanyak 656 saham membukukan penurunan harga, sementara hanya 100 saham yang mampu menguat dan 43 saham memilih jalan di tempat.

Kondisi tersebut langsung memangkas nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga menyisakan angka Rp8.863 triliun. Angka valuasi bursa ini telah merosot sekitar Rp8.000 triliun apabila membandingkannya dengan posisi awal tahun 2026.

Sebagai pembanding, BEI sempat membukukan rekor kapitalisasi pasar yang sangat perkasa pada perdagangan perdana 2 Januari 2026 senilai Rp16.014 triliun. Penurunan nilai bursa yang sangat tajam ini mencerminkan tingginya aksi likuidasi portofolio pemodal di pasar reguler.

Saham Unggulan Perbankan Dan Telekomunikasi Masuk Zona Merah

Aksi jual pelaku pasar menghantam deretan saham berkapitalisasi jumbo yang selama ini menopang pergerakan indeks utama. Emiten perbankan pelat merah raksasa, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), memimpin pelemahan dengan koreksi 3,79 persen menuju level Rp2.540 per saham.

Baca Juga :  PPN DTP Perumahan Dinilai Tekan Backlog dan Dorong Transaksi Rumah Kelas Menengah

Para pelaku pasar mentransaksikan sebanyak 1,4 miliar lembar saham BBRI dengan total perputaran dana menembus Rp3,4 triliun. Penurunan harga saham bank pelat merah tersebut mempertegas kehati-hatian investor dalam memegang aset perbankan berisiko tinggi.

Tren penurunan serupa menjalar ke saham emiten bank BUMN lainnya, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Saham BMRI menutup perdagangan dengan koreksi 0,88 persen yang membawanya bertengger pada level Rp3.360 per saham.

Emiten telekomunikasi milik negara, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), bahkan menelan pil pahit dengan penurunan paling dalam. Harga saham TLKM terkoreksi hingga 6,84 persen dan langsung mendarat pada level Rp1.770 per lembar saham.

Koreksi serempak saham-saham berbobot besar ini memastikan IHSG memperpanjang masa pelemahan indeks harian di pasar modal. Hasil perdagangan awal pekan menandai penurunan indeks domestik selama tiga hari berturut-turut tanpa jeda teknikal sama sekali.

Bursa Efek Indonesia Pangkas Batas Auto Rejection

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan bahwa investor sengaja melepas instrumen berisiko tinggi demi mengamankan modal mereka. Para pelaku pasar global mengkhawatirkan kepastian langkah MSCI yang berniat mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Tren Baru Gen Z: Jualan Konten Digital, Cuan dari Platform AI

Kekhawatiran terhadap peninjauan status bursa tersebut langsung memicu sentimen negatif yang memukul kepercayaan diri para pemodal lokal maupun asing. Gelombang penjualan aset saham pun terus membesar seiring maraknya sentimen eksternal yang membayangi stabilitas bursa nasional.

Merespons tekanan pasar yang kian bergejolak, pihak Bursa Efek Indonesia langsung mengambil langkah preventif darurat. Otoritas bursa resmi memangkas ketentuan batas persentase auto rejection menjadi 7 persen dari batas sebelumnya sebesar 15 persen.

Manajemen bursa memberlakukan kebijakan relaksasi batas auto rejection ini mulai Senin (19/10/2026) hingga penghujung tahun kalender berjalan. Regulator pasar modal merancang aturan teknis baru tersebut secara khusus untuk memandu investor saat mengambil keputusan transaksi krusial.

Sementara itu, guncangan psikologis pasar juga datang menyusul langkah tegas regulator pasar modal dalam menegakkan kepatuhan hukum transaksi. Regulator bursa menjatuhkan sanksi administratif berupa denda tunai bernilai fantastis mencapai Rp2,1 triliun kepada sejumlah entitas pasar.

Sanksi denda bernilai jumbo tersebut menyasar para pelaku yang terbukti menjalankan skema transaksi perdagangan terkoordinasi secara ilegal. Otoritas pengawas turut menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran proses penawaran umum perdana saham (IPO) pada tiga perusahaan publik.(ar)

Berita Terkait

Update Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026
Komdigi dan Pengamat Minta Operator Tak Naikkan Harga Paket Data Terkait Kuota Rollover
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Rp2,55 Juta
10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:34 WIB

IHSG Terjun Bebas ke Bawah 5.000, Kapitalisasi Pasar Bursa Anjlok Rp8.000 Triliun

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Update Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Komdigi dan Pengamat Minta Operator Tak Naikkan Harga Paket Data Terkait Kuota Rollover

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Rp2,55 Juta

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB