Jemarionline – Selasa, 13 Januari 2026 — Harga perak kembali menunjukkan kenaikan tajam baik di pasar global maupun domestik. Logam mulia yang selama ini menjadi aset safe-haven dan komoditas industri ini kembali menjadi sorotan investor di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Harga Perak Global & Pergerakan Pasar
Pada perdagangan awal pekan ini, harga perak dunia terus menunjukkan tren meningkat dengan harga spot mencapai sekitar US$84,60 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi secara historis beberapa hari terakhir. Kondisi ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan pelemahan dolar AS, yang membuat investor beralih ke logam mulia sebagai aset lindung nilai.
📊 Data perdagangan perak di pasar global (USD/oz):
| Tanggal | Penutupan Harga (USD/oz) |
|---|---|
| 11 Jan 2026 | $81,63 |
| 09 Jan 2026 | $79,91 |
| 07 Jan 2026 | $78,76 |
| … | … |
Sementara itu, harga perak sering juga bergerak di atas $83–$84 per ons saat tekanan pasar global meningkat, menunjukkan volatilitas tinggi di tengah permintaan kuat untuk logam mulia.
Harga Perak di Indonesia (Domestik)
Di pasar domestik Indonesia, perak batangan juga mencatat kenaikan signifikan pada awal pekan ini. Berdasarkan data terbaru:
-
Harga perak batangan Antam 1 gram: Rp52.356
-
Kenaikan ±Rp1.200 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
-
Perak batangan 250 gram: sekitar Rp13.489.000
-
Perak batangan 500 gram: sekitar Rp26.178.000
Kenaikan harga di pasar fisik mencerminkan lonjakan permintaan investor domestik menjelang potensi tren global yang terus menguat.
Faktor-Faktor Pemicu Kenaikan
Para analis menyebutkan beberapa faktor utama yang mendorong harga perak naik tajam:
-
Sentimen safe-haven: Ketidakpastian pasar akibat geopolitik dan kebijakan moneter global membuat logam mulia semakin diminati.
-
Permintaan industri kuat: Perak banyak digunakan dalam sektor teknologi, termasuk energi terbarukan, mobil listrik, dan elektronik.
-
Pelemahan nilai dolar AS: Dolar yang melemah cenderung mendorong kenaikan harga komoditas berbasis dolar seperti perak.
Pandangan Pasar & Risiko Volatilitas
Meskipun harga perak melonjak, volatilitas tetap tinggi. Analis mengingatkan bahwa pergerakan harga logam mulia sangat sensitif terhadap data ekonomi, kebijakan bank sentral, dan kondisi geopolitik mendatang. Investor diharapkan berhati-hati dan memperhatikan tren jangka pendek sebelum mengambil keputusan investasi.
Kesimpulan:
Harga perak kembali meroket pada 13 Januari 2026, mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di pasar global dan mengalami kenaikan signifikan di pasar domestik. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe-haven dan peran perak sebagai komoditas strategis di sektor industri serta investasi.









