Jakarta, 27 Februari 2026 – Transaksi perbankan digital yang semakin mudah rupanya juga membuka peluang bagi penjahat untuk menguras rekening nasabah dalam hitungan menit. Modus baru pencurian melalui mobile banking (m‑banking) terus berkembang dan semakin canggih, sehingga masyarakat perlu ekstra waspada.
Menurut laporan terbaru, modus penipuan ini sering memanfaatkan phishing melalui SMS, email, atau aplikasi pesan instan. Pelaku mengirim tautan palsu yang menyerupai portal resmi bank, meminta korban memasukkan PIN, password, atau kode OTP. Setelah data ini diperoleh, penjahat bisa langsung mengakses rekening dan mentransfer saldo ke rekening mereka sendiri.
Selain phishing, modus lain yang semakin marak adalah aplikasi banking palsu. Beberapa aplikasi yang diunduh dari sumber tidak resmi mengandung malware yang dapat mengambil alih kredensial login nasabah. Bahkan, penipu kerap menyamar sebagai petugas bank atau pihak resmi untuk menakut-nakuti korban agar menyerahkan data penting.
Ahli keamanan digital menekankan bahwa hampir semua kasus ini merupakan penipuan sosial (social engineering), bukan peretasan teknis murni. Oleh karena itu, kewaspadaan nasabah menjadi kunci utama mencegah kehilangan uang.
Cara Melindungi Rekening
Bank dan pakar keamanan digital memberikan beberapa tips agar rekening aman dari serangan:
-
Hindari klik tautan mencurigakan dari SMS, WhatsApp, atau email yang mengaku dari bank.
-
Jangan pernah membagikan PIN, password, atau OTP kepada siapa pun. Bank tidak akan meminta informasi ini melalui pesan.
-
Unduh aplikasi resmi dari Play Store atau App Store, dan hindari APK dari sumber tidak dikenal.
-
Aktifkan notifikasi transaksi untuk mengetahui setiap mutasi rekening secara real-time.
-
Hindari transaksi menggunakan Wi-Fi publik yang rentan disusupi pihak ketiga.
-
Perbarui aplikasi dan sistem operasi secara berkala, serta logout setelah transaksi selesai.
Nasabah yang mendapati transaksi mencurigakan disarankan segera menghubungi pihak bank untuk memblokir akses rekening dan melakukan langkah pemulihan.
Dengan semakin canggihnya modus penipuan m‑banking, kewaspadaan dan disiplin menjaga keamanan data pribadi menjadi langkah paling efektif agar saldo tidak ludes seketika.









