China Minta Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Tidak Rugikan Negara Lain

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

China Minta Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Tidak Rugikan Negara Lain

China Minta Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Tidak Rugikan Negara Lain

China menanggapi kesepakatan dagang Indonesia dan Amerika Serikat. Beijing meminta kerja sama itu tidak merugikan negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. Ia menekankan pentingnya perdagangan yang adil.

Menurut China, kerja sama ekonomi harus saling menguntungkan. Selain itu, kebijakan dagang tidak boleh menekan pihak ketiga.

China Soroti Klausul Pembatasan Impor

China menyoroti aturan pembatasan impor dalam perjanjian Indonesia–AS. Aturan ini memungkinkan Indonesia mengikuti kebijakan Amerika Serikat.

Jika AS membatasi impor dari negara tertentu, Indonesia bisa melakukan langkah serupa. Kebijakan tersebut dapat berupa tarif tambahan atau kuota impor.

Baca Juga :  Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama Energi dengan Putin

Karena itu, China meminta penerapan aturan dilakukan secara hati-hati. Beijing menilai kebijakan tersebut dapat memengaruhi perdagangan global.

Tujuan Kesepakatan Dagang

Kesepakatan dagang Indonesia–AS ditandatangani pada Februari 2026. Perjanjian ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Beberapa produk Indonesia mendapat pengaturan tarif baru di pasar AS. Sebaliknya, Indonesia membuka akses bagi produk asal Amerika.

Pemerintah Indonesia berharap kerja sama ini meningkatkan perdagangan nasional.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Analisis Ekonomi Terbaru 19 Januari 2026

Dampak terhadap Hubungan Ekonomi

Sejumlah analis melihat adanya dampak geopolitik dari perjanjian ini. Kebijakan perdagangan dapat memengaruhi hubungan dengan mitra dagang lain.

China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Oleh sebab itu, keseimbangan hubungan ekonomi dinilai penting.

Dorongan Perdagangan Global yang Adil

China mendukung sistem perdagangan global yang terbuka. Beijing juga mengajak semua negara menjaga stabilitas ekonomi dunia.

Menurut pemerintah China, kerja sama ekonomi harus transparan dan adil bagi semua pihak.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Berita Terbaru