70 Juta Warga RI Diperkirakan Idap Penyakit Hati, Banyak yang Tak Menyadarinya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: iStockphoto/Milena Shehovtsova)

(Foto: iStockphoto/Milena Shehovtsova)

Jakarta, Jemarionline.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan sekitar 70 juta warga Indonesia mengidap penyakit hati kronis. Namun, sebagian besar penderita tidak menyadari kondisi tersebut karena penyakit hati sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan meski merasa sehat. Menurutnya, banyak penyakit kronis berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang berarti selama bertahun-tahun.

Menkes Soroti Tingginya Kasus Penyakit Hati

Budi Gunadi Sadikin menyebut penyakit hati kronis menjadi ancaman kesehatan yang serius di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa banyak pasien baru mengetahui kondisi mereka setelah penyakit berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Kondisi tersebut membuat proses penanganan menjadi lebih sulit dibandingkan ketika dokter menemukan penyakit pada tahap awal.

Karena itu, Kemenkes terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Baca Juga :  1 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Pastikan Pasien Sudah Sembuh

Skrining Hepatitis Masih Rendah

Kemenkes mencatat cakupan skrining hepatitis di Indonesia baru mencapai sekitar 10 persen dari total populasi.

Angka tersebut masih jauh di bawah target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menargetkan deteksi hingga 90 persen kasus hepatitis. Rendahnya angka pemeriksaan membuat banyak penderita tidak mengetahui kondisi kesehatannya.

Karena itu, pemerintah berupaya memperluas akses pemeriksaan kesehatan hati di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Pemerintah Perluas Program Deteksi Dini

Kemenkes mengintegrasikan pemeriksaan penyakit hati ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Petugas kesehatan melakukan deteksi Hepatitis B melalui pemeriksaan HBsAg dan menilai kondisi fibrosis hati menggunakan metode APRI berbasis tes darah. Langkah tersebut membantu tenaga medis menemukan risiko penyakit hati lebih cepat.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat berbagai program pencegahan untuk menekan jumlah kasus baru.

Baca Juga :  Gangguan Tidur Meningkat di Awal Tahun, Dokter Ingatkan Dampaknya bagi Kesehatan Mental dan Imunitas

Hepatitis Jadi Penyebab Utama

Infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C menjadi penyebab utama penyakit hati kronis.

Virus tersebut sering berkembang tanpa gejala sehingga banyak penderita tidak menyadari infeksi yang mereka alami. Akibatnya, pasien baru mencari bantuan medis ketika kerusakan hati sudah memasuki tahap lanjut.

Para ahli kesehatan menilai deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kemenkes Perkuat Pencegahan

Kemenkes terus menjalankan berbagai program pencegahan penyakit hati.

Pemerintah memberikan imunisasi Hepatitis B kepada kelompok tertentu, menyediakan profilaksis antivirus bagi ibu hamil, dan menerapkan kebijakan Nutri-Level untuk membantu masyarakat mengontrol konsumsi gula, garam, serta lemak. Program tersebut bertujuan menjaga kesehatan hati masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, pemerintah berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan hati dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan. (man)

Berita Terkait

Kabut Asap Pekat Selimuti Jambi, Warga Desak Pembagian Masker Gratis
Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis: Simak Syarat dan Tahapan Resminya
Ratusan Orang Diduga Keracunan Usai Menyantap Makanan Restoran Korea di Bandung
Cara Efektif Mengatasi Kutu Beras dan Ngengat Lemari Dapur
Kebiasaan Harian Perkotaan yang Picu Risiko Perlemakan Hati
Ubi Jalar vs Pisang: Mana Terbaik untuk Gula Darah?
Hipertensi Geser Merokok Jadi Pemicu Utama Serangan Jantung di Indonesia
Edukasi Nyeri Punggung Bawah: RS M Djamil Imbau Warga Tak Sepelekan Sakit Pinggang
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Jambi, Warga Desak Pembagian Masker Gratis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis: Simak Syarat dan Tahapan Resminya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Ratusan Orang Diduga Keracunan Usai Menyantap Makanan Restoran Korea di Bandung

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Cara Efektif Mengatasi Kutu Beras dan Ngengat Lemari Dapur

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Kebiasaan Harian Perkotaan yang Picu Risiko Perlemakan Hati

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB