Ratusan Orang Diduga Keracunan Usai Menyantap Makanan Restoran Korea di Bandung

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Petugas dinkes dan BPOM selidiki dapur restoran Korea di Bandung usai ratusan konsumen diduga keracunan, Rabu (7/10).(poto: AI).

Ilustrasi: Petugas dinkes dan BPOM selidiki dapur restoran Korea di Bandung usai ratusan konsumen diduga keracunan, Rabu (7/10).(poto: AI).

Jakarta, jemarionline.com – Peristiwa dugaan keracunan restoran korea bandung menghebohkan publik usai ratusan pengunjung gerai 88 Seoul di mal 23 Paskal jatuh sakit. Korban mengeklaim jumlah orang yang mengalami gangguan pencernaan akut akibat insiden ini mencapai lebih dari 200 orang.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan penanganan kasus langsung berada di bawah kendali dinas kesehatan daerah. Pemerintah daerah kini bergerak cepat memeriksa tempat pengolahan makanan guna melacak pemicu kontaminasi hidangan tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menegaskan keterlibatan banyak pihak dalam proses investigasi lapangan. Petugas puskesmas, dinas kesehatan kota, hingga Balai Pengawas Obat dan Makanan daerah memimpin pemeriksaan sampel makanan secara langsung.

“Kasus lokal seperti ini akan diinvestigasi dan ditangani oleh puskesmas, dinkes dan Balai POM setempat,” kata Aji pada Rabu (7/10/2026). Tim medis daerah kini mendata para korban sembari meneliti riwayat makanan yang mereka konsumsi di lokasi.

Korban Mengeluhkan Diare Parah dan Demam Tinggi

Media sosial Threads ramai dengan unggahan puluhan konsumen yang membagikan pengalaman buruk mereka usai bersantap di sana. Para pengunjung rata-rata menyantap makanan pada Sabtu (3/10/2026) lalu sebelum merasakan gejala klinis yang berat beberapa jam kemudian.

Baca Juga :  Virus Hanta Bisa Menyerupai ISPA hingga Demam Berdarah, Dinkes Kukar Minta Tenaga Medis Waspada

Kabar yang beredar di platform Threads menyebutkan korban dugaan keracunan hidangan ini mencapai 284 orang. Kendati angka itu meluas di jagat maya, otoritas berwenang belum mengonfirmasi jumlah resmi korban secara menyeluruh.

Akun @nittachandra membagikan pengalamannya mengalami demam tinggi serta buang air besar cair berkali-kali sejak subuh. Dokter yang merawatnya menyatakan kondisi tubuhnya drop akibat paparan racun makanan dari menu yang ia santap.

“Subuhnya langsung diare sampe 3x, besoknya sampe demam tinggi dan menggigil,” ungkap akun tersebut dalam unggahan pribadinya. Gejala diare yang ia rasakan terus berlanjut hingga frekuensinya mencapai belasan kali dalam satu hari.

Kesaksian serupa datang dari akun @nikearh yang membawa anggota keluarganya bersantap di restoran tersebut pada hari yang sama. Anak dan suaminya mendadak terserang panas tinggi serta muntah-muntah hebat pada malam hari usai pulang ke rumah.

“Aku sekeluarga juga makan tanggal segitu, malamnya anak aku sama suami aku demam diare sampai berkali-kali,” tulisnya. Pelanggan lain bernama @adrian.hkg juga merasakan mual parah serta demam tinggi bersama temannya setelah menikmati sajian di gerai tersebut.

Baca Juga :  Dapur MBG Disorot: Satgas Minta Evaluasi Menyeluruh Agar Layanan Tetap Berjalan

Manajemen Menghentikan Operasional Restoran Untuk Sanitasi Menyeluruh

Manajemen 88 Seoul 23 Paskal Bandung langsung mengambil langkah cepat merespons keluhan kesehatan para konsumennya. Pengelola gerai menghentikan seluruh aktivitas operasional restoran mulai Rabu (7/10/2026) sampai Kamis (8/10/2026).

Penutupan sementara ini bertujuan untuk memberi ruang sterilisasi ruangan serta pembersihan seluruh peralatan dapur secara total. Manajemen juga mengevaluasi seluruh alur pengolahan bahan mentah agar sesuai dengan standar kebersihan makanan yang ketat.

“Sebagai tindak lanjut atas laporan yang telah kami terima dari sejumlah pelanggan, 88 SEOUL 23 Paskal Bandung akan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026,” tulis pihak manajemen. Pengelola ingin memastikan seluruh area pengolahan steril sebelum melayani pengunjung kembali.

Manajemen restoran menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada setiap pelanggan yang mengalami keluhan medis usai berkunjung. Pihak restoran berjanji menaruh perhatian penuh dan mengawal pemulihan kesehatan para korban sebagai prioritas utama mereka.

“Keamanan, kualitas, dan kenyamanan pelanggan selalu menjadi prioritas kami,” tutur perwakilan manajemen dalam keterangan resminya. Pihak pengelola terus membuka komunikasi dengan para korban serta mendukung penuh proses investigasi oleh dinas kesehatan.(ar)

Berita Terkait

Cara Efektif Mengatasi Kutu Beras dan Ngengat Lemari Dapur
Kebiasaan Harian Perkotaan yang Picu Risiko Perlemakan Hati
Ubi Jalar vs Pisang: Mana Terbaik untuk Gula Darah?
Hipertensi Geser Merokok Jadi Pemicu Utama Serangan Jantung di Indonesia
Edukasi Nyeri Punggung Bawah: RS M Djamil Imbau Warga Tak Sepelekan Sakit Pinggang
7 Kebiasaan Mudah yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal
AirPods Bisa Ganggu Alat Pacu Jantung? Dokter Jelaskan Fakta dan Risikonya
5 Herbal untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami, Mudah Ditemukan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Ratusan Orang Diduga Keracunan Usai Menyantap Makanan Restoran Korea di Bandung

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Cara Efektif Mengatasi Kutu Beras dan Ngengat Lemari Dapur

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Kebiasaan Harian Perkotaan yang Picu Risiko Perlemakan Hati

Kamis, 24 September 2026 - 07:45 WIB

Ubi Jalar vs Pisang: Mana Terbaik untuk Gula Darah?

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Hipertensi Geser Merokok Jadi Pemicu Utama Serangan Jantung di Indonesia

Berita Terbaru