Purbaya Bingung IHSG Terus Merosot, Klaim Kondisi Fiskal Indonesia Positif

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ari Saputra/detikFoto

Foto: Ari Saputra/detikFoto

Jakarta, Jemarionline.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus berada di zona merah dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia justru menunjukkan kinerja yang positif dan tidak mencerminkan tekanan sebesar yang terlihat di pasar saham.

Purbaya menilai sentimen negatif yang berkembang di pasar menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan IHSG. Ia menyebut muncul persepsi bahwa kondisi fiskal pemerintah memburuk setelah APBN mencatat defisit pada awal tahun.

Purbaya Soroti Persepsi Negatif Fiskal

Purbaya menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar mengkhawatirkan defisit APBN yang sempat mencapai sekitar 0,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Maret 2026. Kekhawatiran tersebut memunculkan anggapan bahwa defisit anggaran berpotensi melampaui batas yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Ujian Buat Saham BUMI, Tekanan Asing Makin Terasa

Menurutnya, persepsi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Ia menegaskan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas fiskal dan mengendalikan berbagai indikator ekonomi utama.

IHSG Masih Tertekan

Meski pemerintah menilai fundamental ekonomi tetap kuat, IHSG masih mengalami tekanan cukup dalam sepanjang tahun ini.

Purbaya sebelumnya menyebut ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang baik dan berpotensi terus membaik. Ia juga menilai kinerja sejumlah perusahaan besar masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Karena itu, ia mengaku bingung melihat pasar saham yang belum menunjukkan pemulihan signifikan.

Pemerintah Yakin Ekonomi Tetap Kuat

Purbaya menegaskan pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional.

Menurutnya, berbagai indikator ekonomi masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Aktivitas konsumsi, belanja masyarakat, dan sektor usaha masih bergerak positif sehingga pemerintah tidak melihat adanya tanda perlambatan ekonomi yang serius.

Baca Juga :  IHSG Kian Melorot ke Level 5.692, Sebanyak 588 Saham Terpantau Merah

Ia juga menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih mampu menopang pertumbuhan dalam jangka menengah dan panjang.

Investor Masih Waspadai Risiko Global

Di sisi lain, investor masih mencermati berbagai risiko global yang berpotensi memengaruhi pasar keuangan.

Pelaku pasar terus memantau perkembangan suku bunga global, kondisi geopolitik internasional, dan arus modal asing. Faktor-faktor tersebut turut memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk saham di Indonesia.

Karena itu, meski fundamental ekonomi dinilai kuat, pasar saham belum sepenuhnya pulih dari tekanan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. (man)

Berita Terkait

Media China Soroti Rupiah Merosot, Sebut Faktor Ini Jadi Penyebab Utama
Gaji ke-13 Cair, Celios Sebut Dampaknya Lebih Terasa di Kota Besar
Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Pemerintah Naikkan Harga MinyaKita, Ini Alasan di Balik Keputusan Tersebut
Rupiah dan IHSG Anjlok, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Ambil Langkah Intervensi
Kementan Buka Peluang Bisnis Dapur Susu untuk MBG, Modal Mulai di Bawah Rp5 Miliar
Tiga Kali Direvisi, Aturan Wajib Parkir Devisa Hasil Ekspor Kini Semakin Longgar
Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:00 WIB

Purbaya Bingung IHSG Terus Merosot, Klaim Kondisi Fiskal Indonesia Positif

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:00 WIB

Media China Soroti Rupiah Merosot, Sebut Faktor Ini Jadi Penyebab Utama

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gaji ke-13 Cair, Celios Sebut Dampaknya Lebih Terasa di Kota Besar

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemerintah Naikkan Harga MinyaKita, Ini Alasan di Balik Keputusan Tersebut

Berita Terbaru