Kementan Buka Peluang Bisnis Dapur Susu untuk MBG, Modal Mulai di Bawah Rp5 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO:CNN Indonesia/ Adi Ibrahim).

(FOTO:CNN Indonesia/ Adi Ibrahim).

JAKARTA, Jemarionline.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya membantu jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya di sektor peternakan dan pengolahan susu.

Kementerian Pertanian (Kementan) melihat kebutuhan susu dalam program MBG sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan. Karena itu, kementerian mendorong masyarakat, koperasi, hingga investor daerah untuk mengembangkan bisnis dapur susu sebagai bagian dari rantai pasok program tersebut.

Selain memperkuat produksi susu nasional, langkah ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan peternak lokal. Di sisi lain, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan terhadap produk susu impor yang selama ini masih mendominasi pasar domestik.

Dapur Susu Jadi Peluang Bisnis Baru

Kementan memperkenalkan dapur susu sebagai pusat pengumpulan, pengolahan, dan distribusi susu yang terintegrasi dengan kebutuhan MBG.

Melalui konsep tersebut, peternak tidak hanya menjual susu segar. Mereka juga bisa memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan dan distribusi produk sebelum sampai ke konsumen.

Selain itu, pemerintah ingin memperluas sentra peternakan sapi perah ke berbagai wilayah di Indonesia. Langkah ini bertujuan meningkatkan produksi susu nasional sekaligus menciptakan pusat ekonomi baru berbasis peternakan.

Dengan strategi tersebut, pasokan susu untuk program MBG tidak hanya bergantung pada daerah penghasil susu utama. Sebaliknya, berbagai daerah dapat ikut berkontribusi memenuhi kebutuhan nasional.

Modal Usaha Relatif Terjangkau

Salah satu daya tarik bisnis dapur susu terletak pada kebutuhan modal yang lebih rendah dibanding industri pengolahan susu berskala besar.

Baca Juga :  BGN Tantang SPPG Sajikan Makan Bergizi Gratis Rasa “Bintang 5” di Harga Rp10.000

Kementan memperkirakan kebutuhan investasi untuk membangun satu dapur susu berada di bawah Rp5 miliar. Nilai tersebut mencakup pembangunan fasilitas produksi, peralatan pengolahan, ruang penyimpanan, dan sarana pendukung lainnya.

Karena itu, koperasi, kelompok peternak, pelaku UMKM, hingga investor lokal memiliki peluang untuk masuk ke sektor ini.

Selain membutuhkan modal yang relatif terjangkau, bisnis tersebut juga memiliki pasar yang jelas. Program MBG membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar setiap hari sehingga pelaku usaha dapat melihat prospek permintaan yang stabil.

Kebutuhan Susu Diperkirakan Terus Bertambah

Program MBG membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar setiap hari. Seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat, kebutuhan tersebut juga akan meningkat.

Di sisi lain, Indonesia masih mengandalkan bahan baku impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan susu nasional. Kondisi ini mendorong pemerintah mempercepat peningkatan produksi dalam negeri.

Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan peternakan sapi perah dan pembangunan fasilitas pengolahan susu di berbagai daerah.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap produksi susu lokal dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, Indonesia juga berpeluang mengurangi ketergantungan terhadap impor dalam jangka panjang.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pengembangan dapur susu tidak hanya mendukung program MBG. Program ini juga mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Fasilitas pengolahan susu dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan peternak, dan memperkuat rantai pasok pangan lokal.

Selain itu, keberadaan dapur susu berpotensi mendorong munculnya berbagai usaha pendukung. Masyarakat dapat mengembangkan usaha logistik, penyedia pakan ternak, hingga layanan distribusi produk susu.

Baca Juga :  Sekolah Daring April 2026 Dikaji, Apakah Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan?

Karena itu, pemerintah berharap bisnis dapur susu mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi desa dan kawasan peternakan.

Peternak Lokal Berpeluang Menjadi Pemasok Utama

Kementan ingin memastikan peternak lokal memperoleh manfaat langsung dari program MBG.

Melalui skema dapur susu, peternak mendapatkan akses pasar yang lebih pasti untuk menjual hasil produksi mereka. Selain itu, mereka juga memiliki kesempatan meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Di samping itu, pemerintah terus menjalankan berbagai program pendampingan untuk meningkatkan produktivitas peternakan sapi perah.

Pemerintah membutuhkan langkah tersebut agar peternak lokal mampu memenuhi permintaan susu yang terus meningkat setiap tahun.

MBG Buka Peluang Usaha Jangka Panjang

Program MBG diproyeksikan menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Karena itu, kebutuhan bahan pangan, termasuk susu, akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Kondisi tersebut membuka peluang usaha yang cukup besar bagi berbagai sektor. Tidak hanya peternak, koperasi, pelaku UMKM, perusahaan logistik, dan pengusaha pengolahan pangan juga dapat memperoleh manfaat.

Selain menciptakan pasar baru, program ini juga membuka kesempatan investasi di sektor persusuan nasional yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar.

Dengan demikian, bisnis dapur susu berpotensi menjadi salah satu sektor usaha yang menarik dalam beberapa tahun mendatang.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Biodiesel B50 pada 9 Juli, Pemerintah Percepat Transisi Energi
Tarif Listrik Juli-September 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Penjelasannya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB