JAKARTA, Jemarionline.com – Nilai tukar rupiah masih bergerak dalam tekanan di tengah penguatan dolar AS dan tingginya kehati-hatian pasar global. Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi tersebut bersifat sementara dan berpotensi mereda dalam beberapa bulan ke depan.
Purbaya menegaskan pemerintah tidak melihat pelemahan rupiah saat ini sebagai sinyal memburuknya fondasi ekonomi nasional. Menurutnya, tekanan yang muncul lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar jangka pendek serta perubahan arus modal global.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah tetap fokus menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar keuangan agar gejolak nilai tukar tidak berdampak lebih luas.
Pemerintah Nilai Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga fondasi ekonomi melalui pengelolaan fiskal dan stabilitas pasar keuangan.
Menurutnya, kondisi saat ini berbeda dengan periode krisis ekonomi masa lalu karena indikator ekonomi utama masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.
Selain itu, pemerintah juga mulai memperkuat pasar obligasi domestik dan menjaga likuiditas agar tekanan terhadap rupiah tidak berlangsung terlalu lama.
Sentimen Global Masih Menjadi Faktor Utama
Pergerakan rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya dipengaruhi faktor domestik.
Penguatan indeks dolar AS, perubahan ekspektasi suku bunga global, serta meningkatnya permintaan aset aman ikut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko.
Meski begitu, pemerintah memperkirakan tekanan eksternal tersebut akan mulai menurun seiring membaiknya sentimen pasar global.
Pemerintah dan BI Optimistis Rupiah Bisa Menguat
Pemerintah bersama Bank Indonesia tetap menunjukkan optimisme terhadap prospek nilai tukar dalam jangka menengah.
Bank Indonesia memperkirakan rupiah berpeluang kembali menguat pada semester kedua 2026 setelah tekanan musiman dan faktor eksternal mulai mereda.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan devisa dan memperkuat stabilitas pasar domestik.
Pelaku Pasar Diminta Tidak Bereaksi Berlebihan
Purbaya mengingatkan pelaku pasar agar tidak menilai pelemahan rupiah hanya berdasarkan pergerakan jangka pendek.
Ia menilai fluktuasi nilai tukar merupakan bagian normal dari dinamika pasar keuangan global.
Karena itu, pemerintah memilih fokus menjaga pertumbuhan ekonomi dan memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan stabil. (man)









