Jakarta, jemarionline.com – Kementerian Haji dan Umrah RI mengoperasikan 19 mobil golf di kawasan Mina untuk membantu jemaah haji yang kelelahan, tersesat, atau terpisah dari rombongan saat menjalankan lontar jumrah. Mobil golf Mina Jamarat ini langsung bergerak di titik padat agar jemaah bisa segera mendapat bantuan di tengah kondisi yang ramai.
Langkah ini muncul karena kawasan Jamarat selalu dipenuhi jutaan jemaah saat hari Tasyrik. Situasi itu membuat sebagian jemaah, terutama lansia, mudah kelelahan atau kehilangan arah di tengah keramaian.
Mobil Golf Bergerak di Titik Padat
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa petugas menempatkan mobil golf di titik-titik yang paling ramai.
“Petugas kami menggerakkan 19 mobil golf ini di sekitar pintu keluar Jamarat agar jemaah yang membutuhkan bantuan bisa langsung kami jemput,” kata Maria.
Petugas juga aktif berkeliling di jalur padat. Mereka menjemput jemaah yang terlihat kelelahan, lalu mengantar mereka kembali ke tenda atau pos layanan terdekat.
Dengan cara ini, petugas bisa mempercepat penanganan tanpa menunggu jemaah datang ke pos bantuan.
Pengawasan Ketat di Kawasan Jamarat
Fokus utama layanan berada di kawasan Jamarat, lokasi pelaksanaan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
Petugas terus memantau arus jemaah yang datang dan keluar dari area tersebut. Mereka juga mengatur pergerakan agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.
Sementara itu, kawasan Mina menjadi pusat aktivitas jemaah selama hari Tasyrik, sehingga mobilitas di area ini sangat tinggi.
Imbauan Agar Ikuti Jadwal Lontar
Kemenhaj meminta jemaah mengikuti jadwal lontar sesuai kloter masing-masing. Petugas menegaskan, jemaah tidak perlu memaksakan diri melontar di luar waktu yang sudah ditentukan.
Maria mengingatkan bahwa kepatuhan jadwal membantu mengurangi kepadatan dan menjaga keselamatan jemaah.
“Silakan jemaah mengikuti jadwal yang sudah kami atur. Jangan memaksakan diri di luar waktu karena bisa berisiko,” ujarnya.
Untuk 12 Zulhijjah, petugas membagi waktu lontar menjadi dua sesi, pagi dan malam. Mereka juga menutup aktivitas di siang hari untuk menghindari panas ekstrem dan kepadatan.
Fokus Keselamatan Jemaah Lansia
Mobil golf menjadi salah satu solusi cepat untuk membantu jemaah lansia yang paling rentan kelelahan. Petugas langsung mengevakuasi jemaah yang tampak tidak kuat berjalan.
Selain itu, tim di lapangan juga membantu jemaah yang terpisah dari rombongan agar bisa kembali ke tenda dengan aman.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap seluruh jemaah bisa menjalankan rangkaian ibadah di Mina dengan lebih aman, tertib, dan nyaman di tengah kondisi yang padat.(ar)









