Jakarta, Jemarionline.com – Bank Indonesia (BI) memperluas penggunaan yuan China dalam sistem keuangan Indonesia. Langkah ini muncul seiring meningkatnya aktivitas perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, BI menyesuaikan sistem perbankan agar transaksi lintas negara berjalan lebih cepat dan efisien.
BI Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal
BI memperkuat skema Local Currency Transaction (LCT) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat.
Dengan skema ini, pelaku usaha dapat langsung menggunakan rupiah dan yuan dalam transaksi perdagangan bilateral.
Selanjutnya, BI mendorong bank-bank nasional untuk memperluas layanan transaksi yuan agar lebih mudah diakses oleh pelaku usaha.
Transaksi Yuan Makin Luas di Perbankan
BI membuka akses lebih besar bagi penggunaan yuan di sistem perbankan domestik.
Saat ini, transaksi dapat dilakukan melalui beberapa instrumen, seperti:
- transaksi spot
- swap mata uang
- kontrak forward
- deposito valas
Selain itu, pelaku usaha kini dapat bertransaksi dengan mitra China tanpa perlu selalu menukar ke dolar AS terlebih dahulu.
DHE SDA Juga Bisa Gunakan Yuan
BI juga memperluas kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA.
Eksportir kini dapat menyimpan dana dalam bentuk yuan di bank domestik.
Dengan kebijakan ini, BI memberi fleksibilitas lebih besar kepada pelaku ekspor dalam mengelola devisa mereka.
Perdagangan Indonesia–China Semakin Kuat
Hubungan perdagangan Indonesia dan China terus mengalami peningkatan.
Di sisi lain, kedua negara memperkuat kerja sama dalam sistem pembayaran lintas batas agar transaksi berjalan lebih lancar.
Selain itu, bank sentral kedua negara juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral.
Dampak ke Perbankan dan Pelaku Usaha
Perluasan penggunaan yuan membawa sejumlah dampak positif bagi sektor keuangan.
Pertama, transaksi menjadi lebih efisien karena tidak selalu melewati dolar AS.
Kedua, biaya konversi mata uang dapat berkurang.
Ketiga, pelaku usaha dapat mengelola risiko nilai tukar dengan lebih baik.
Karena itu, perbankan nasional mulai memperluas layanan valuta asing berbasis yuan. (man)









