Jakarta, Jemarionline.com – Isu larangan Pertalite 1 Juni 2026 ramai di media sosial dan membuat banyak pengguna kendaraan khawatir. Kabar soal larangan beli Pertalite 2026 itu ternyata tidak benar, karena Pertamina menegaskan belum ada aturan baru terkait pembatasan BBM subsidi tersebut.
Kabar pembatasan Pertalite mulai 1 Juni 2026 sempat menyebar luas dan memicu kekhawatiran masyarakat. Informasi yang beredar menyebut kendaraan tertentu tidak bisa lagi membeli BBM subsidi tersebut.
Namun, Pertamina langsung meluruskan isu itu. Pertamina menegaskan tidak ada kebijakan baru yang membatasi kendaraan pengguna Pertalite.
“Informasi mengenai pelarangan kendaraan tertentu membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 tidak benar,” kata Pertamina dalam keterangannya.
Dengan penjelasan itu, masyarakat tetap bisa membeli Pertalite seperti biasa sesuai aturan yang berlaku saat ini.
Awal Munculnya Isu di Media Sosial
Isu ini muncul setelah beberapa akun media sosial membagikan informasi soal pembatasan Pertalite. Unggahan tersebut menyebut kendaraan dengan kapasitas mesin tertentu tidak lagi bisa membeli BBM subsidi.
Konten itu cepat menyebar dan banyak orang langsung mempercayainya tanpa mengecek sumber resmi. Akibatnya, keresahan muncul di berbagai kalangan pengguna kendaraan.
Hingga sekarang, pemerintah maupun Pertamina belum mengeluarkan kebijakan seperti yang beredar di media sosial tersebut.
Pertalite Masih Jadi BBM Utama
Pertalite masih menjadi bahan bakar yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Karena itu, setiap isu yang menyangkut aturan pembelian BBM selalu menarik perhatian besar.
Banyak pengguna kendaraan khawatir perubahan aturan akan berdampak pada biaya transportasi sehari-hari.
Seorang pengamat energi menilai hal ini wajar terjadi.
“Isu BBM selalu cepat menyebar karena langsung berkaitan dengan kebutuhan harian masyarakat,” ujarnya.
Imbauan: Cek Informasi Sebelum Percaya
Pertamina mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek informasi melalui sumber resmi. Perusahaan biasanya mengumumkan kebijakan BBM secara terbuka dan bertahap.
Masyarakat juga perlu lebih selektif dalam menerima informasi dari media sosial.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Periksa informasi di situs resmi Pertamina
- Bandingkan dengan media terpercaya
- Hindari menyebarkan info yang belum jelas
- Pastikan konteks dan tanggal informasi.(ar)









