Jakarta, jemarionline.com – Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kebun sawit untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ancaman El Nino.
Langkah ini fokus menjaga produksi dan pasokan sawit tetap stabil di tengah potensi musim kering ekstrem.
Pencegahan jadi fokus utama
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah harus mengutamakan pencegahan kebakaran di lapangan.
“Jangan menunggu kebakaran baru dipadamkan. Kita harus mencegah sejak awal,” ujarnya.
Ia meminta semua pihak bergerak cepat karena El Nino meningkatkan risiko karhutla, terutama di perkebunan sawit yang mudah kering.
Kementan turun langsung ke Musi Banyuasin
Kementan langsung mengecek kesiapan perusahaan sawit di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Plt Dirjen Perkebunan Ali Jamil memimpin inspeksi bersama pemerintah daerah. Ia memastikan perusahaan harus siap sebelum puncak musim kemarau.
“Kami ingin semua sistem benar-benar siap bekerja di lapangan,” kata Ali.
Pemeriksaan sistem pemadam di lapangan
Tim Kementan mengecek langsung kesiapan sistem pemadam kebakaran di perusahaan sawit. Mereka memeriksa petugas, sistem deteksi dini, dan pelaporan titik api.
Selain itu, mereka juga mengecek pompa air, selang, alat pelindung diri, perahu karet, hingga menara pemantau api.
Embung sebagai sumber air cadangan juga menjadi perhatian karena sangat penting saat musim kemarau panjang.
Pemeriksaan ini mengacu pada Permentan Nomor 6 Tahun 2025 dan aturan pengendalian karhutla yang berlaku.
Temuan di lapangan
Kementan menemukan beberapa hal yang perlu segera diperbaiki. Sistem pemantauan titik api belum berjalan real time di semua titik.
Perusahaan juga perlu menambah menara pemantau di area rawan dan memperbaiki perawatan embung agar pasokan air tetap aman.
“Kami minta perusahaan segera memperbaiki sistem agar respons kebakaran lebih cepat,” ujar Ali.
Perusahaan diminta tingkatkan kesiapan
Kementan meminta perusahaan merawat alat pemadam seperti pompa air dan mobil pemadam secara rutin agar selalu siap di gunakan.
Petugas lapangan juga harus mengikuti pelatihan berkala agar memahami SOP dan mampu bertindak cepat saat darurat.
Perusahaan menyatakan siap memperbaiki semua temuan dari inspeksi tersebut.
Kementan terus mengawasi seluruh perkebunan sawit di Indonesia. Pemerintah juga menegaskan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Pelaku usaha yang melanggar aturan bisa menerima sanksi administratif hingga pidana.
Penutup
Dengan pengawasan ketat dan kesiapan perusahaan, Kementan berharap risiko karhutla saat El Nino bisa di tekan. Produksi sawit nasional juga di harapkan tetap stabil meski cuaca semakin ekstrem.(ar)









