Polisi Periksa Pengawal Aksi Foto di Sitinjau Lauik, Polda Sumbar Tegaskan Aturan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Sumber: Instagram.com/@infopadang_)

(Sumber: Instagram.com/@infopadang_)

Jemarionline.com – Aksi sekelompok warga yang nekat berfoto di tengah jalur ekstrem Sitinjau Lauik memicu reaksi keras. Oleh karena itu, Polda Sumbar mulai memeriksa intensif anggota polisi yang diduga mengawal kegiatan berbahaya tersebut. Sebab, pihak kepolisian menilai tindakan itu mengancam keselamatan pengguna jalan. Mereka juga menganggap aksi tersebut melanggar aturan lalu lintas secara terang-terangan.

Awalnya, kabar mengenai aksi foto Sitinjau Lauik ini viral melalui media sosial. Rekaman video memperlihatkan sejumlah orang asyik berpose tepat di tikungan tajam. Padahal, saat itu arus kendaraan sedang sangat padat. Akibatnya, netizen mengecam keras keterlibatan oknum aparat. Banyak pihak menyesalkan aparat yang justru memfasilitasi aktivitas berisiko tinggi tersebut hanya demi konten.

Polda Sumbar Tindak Tegas Oknum Pelanggar

Selain itu, Kabid Humas Polda Sumbar menegaskan bahwa instansinya tidak menoleransi pengawalan yang menyalahi prosedur. Saat ini, Tim Propam sedang bekerja keras menelusuri identitas anggota dalam video aksi foto Sitinjau Lauik tersebut. Jika oknum polisi itu terbukti melanggar aturan, maka ia akan menghadapi sanksi disiplin yang berat.

Baca Juga :  Pria Ditemukan Meninggal di Mobil Pinggir Tol Cikampek Diduga Serangan Jantung

Selanjutnya, polisi mengingatkan kembali fungsi utama pengawalan. Pengawalan hanya berlaku untuk kelancaran lalu lintas umum atau kondisi darurat. Apalagi, jalur Sitinjau Lauik memiliki tanjakan curam dan tikungan tajam. Kondisi ini sering memicu kecelakaan maut. Maka dari itu, aktivitas apa pun di badan jalan sangat membahayakan nyawa pelaku maupun orang lain.

Bahaya Nyata Bagi Sopir Truk

Bukan hanya itu, kegiatan berfoto ini sangat merugikan para pengemudi truk bermuatan besar. Sebab, sopir truk membutuhkan konsentrasi penuh saat bermanuver di tikungan maut tersebut. Mereka memerlukan ruang gerak yang sangat luas. Namun, adanya gangguan kecil di jalan bisa memicu kepanikan sopir. Hal ini berpotensi menyebabkan rem blong hingga kecelakaan beruntun.

Bahkan, warga setempat menjuluki jalur ini sebagai “jalur maut”. Kendaraan sering gagal menanjak atau mengalami masalah teknis di sini. Oleh sebab itu, tindakan berfoto di jalan merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab. Meskipun tujuannya untuk promosi pariwisata, namun keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Keselamatan pengguna jalan tidak boleh menjadi bahan taruhan.

Baca Juga :  Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Selebgram Lula Lahfah

Komitmen Polda Sumbar Jaga Ketertiban

Sebagai langkah antisipasi, Polda Sumbar berkomitmen memperketat pengawasan di jalur ekstrem tersebut. Terlebih lagi, aparat akan rutin melakukan patroli. Polisi akan membubarkan massa yang berkerumun di bahu jalan tanpa kepentingan jelas. Pasalnya, kerumunan di area tersebut sering memicu kemacetan panjang. Hal ini tentu merugikan waktu dan biaya pengguna jalan lainnya.

Selain itu, polisi akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memasang rambu larangan baru. Rambu-rambu tersebut akan melarang kendaraan berhenti di sepanjang area tikungan. Diharapkan, langkah preventif ini mampu mencegah terulangnya aksi foto Sitinjau Lauik. Kepolisian ingin memastikan semua pengendara merasa aman tanpa gangguan aktivitas yang tidak perlu.

Pelajaran Penting Bagi Masyarakat

Sebagai kesimpulan, kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuat konten berbahaya demi popularitas sesaat. Pada akhirnya, kasus aksi foto Sitinjau Lauik ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kita harus selalu mengutamakan keselamatan daripada eksistensi di dunia maya. Oleh karena itu, marilah kita saling menghargai hak pengguna jalan lain dengan mematuhi aturan yang berlaku.

Berita Terkait

Tanggal 27 April Memperingati Hari Apa? Ini Deretan Momen Penting Dunia
Identitas Sejoli Viral di Taksi Online Akhirnya Terungkap
Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah Resmi Dihentikan, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana
Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Selebgram Lula Lahfah
Remaja 16 Tahun Hilang Usai Lompat dari Jembatan Loji Bogor, Pencarian Dilanjut Besok
Pria Ditemukan Meninggal di Mobil Pinggir Tol Cikampek Diduga Serangan Jantung
VIRAL Bocah SD Diserang 8 Anjing Liar di Cianjur, Luka Parah di Seluruh Tubuh
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Tanggal 27 April Memperingati Hari Apa? Ini Deretan Momen Penting Dunia

Rabu, 15 April 2026 - 12:00 WIB

Polisi Periksa Pengawal Aksi Foto di Sitinjau Lauik, Polda Sumbar Tegaskan Aturan

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:57 WIB

Identitas Sejoli Viral di Taksi Online Akhirnya Terungkap

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:40 WIB

Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah Resmi Dihentikan, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:40 WIB

Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Selebgram Lula Lahfah

Berita Terbaru