BMKG: Indonesia Berpotensi Panas “Mendidih”, El Nino Mengintai

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG: Indonesia Berpotensi Panas “Mendidih”, El Nino Mengintai

BMKG: Indonesia Berpotensi Panas “Mendidih”, El Nino Mengintai

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, terutama petani, agar bersiap menghadapi potensi cuaca panas ekstrem dan musim kemarau yang lebih kering pada 2026. Fenomena iklim El Nino diperkirakan berpeluang muncul mulai pertengahan tahun ini.

La Nina Berakhir, ENSO Kini Netral

BMKG menjelaskan bahwa La Nina lemah yang berlangsung sejak 2025 telah berakhir pada Februari 2026. Saat ini kondisi iklim global berada pada fase netral dalam sistem El Nino Southern Oscillation (ENSO).

Namun, berdasarkan pemantauan suhu laut di Samudra Pasifik, peluang munculnya El Nino pada pertengahan 2026 mencapai sekitar 50–60 persen dengan kategori lemah hingga moderat.

Baca Juga :  Kemenag Buka Kesempatan Beasiswa S2 Double Degree di Australia untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Kemarau Diprediksi Lebih Cepat dan Lebih Lama

BMKG juga memperkirakan musim kemarau 2026 datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini bisa menyebabkan:

  • Suhu udara lebih panas

  • Curah hujan menurun

  • Risiko kekeringan meningkat

  • Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bertambah

Sebagian wilayah bahkan diprediksi mulai memasuki musim kemarau sejak April 2026, dengan puncaknya sekitar Agustus.

Dampak Besar bagi Pertanian

El Nino biasanya menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia, karena awan pembawa hujan bergeser ke wilayah lain. Dampaknya bisa berupa:

  • kekeringan lahan pertanian

  • berkurangnya produksi pangan

  • ancaman gagal panen di beberapa daerah

Baca Juga :  Waspada Cuaca Hujan di Sumatera Selatan Hari Ini

Karena itu, BMKG mengimbau sektor pertanian untuk menyiapkan langkah mitigasi seperti pengaturan pola tanam, pengelolaan air, dan pemantauan cuaca secara berkala.

Kesimpulan:
Indonesia belum memasuki El Nino, tetapi peluangnya cukup besar pada pertengahan 2026. Jika terjadi, kondisi ini dapat memicu cuaca lebih panas, kemarau panjang, dan risiko kekeringan di banyak wilayah.

Berita Terkait

UU Nomor 9 Tahun 2026: Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Ditutup
DTSEN Resmi Gantikan DTKS, Sistem Baru Penentu Penerima Bansos 2026
Kemenkeu Apresiasi Sitaan Rp58 Miliar Kasus Judi Online oleh Bareskrim
Satgas PRR Kejar Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Idulfitri
Eks Kadisdik Jambi Bantah Terima Koper Rp1 Miliar dalam Sidang Korupsi DAK SMK
Tak Seperti ASN, THR Karyawan Swasta Kena Pajak, Ini Rinciannya
Wajib Pajak Bingung Upload Laporan Keuangan Unaudited di Coretax, Ini Penjelasan Kring Pajak
PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Dirilis, Skema Gaji dan Tunjangan Berubah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:29 WIB

UU Nomor 9 Tahun 2026: Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Ditutup

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:00 WIB

DTSEN Resmi Gantikan DTKS, Sistem Baru Penentu Penerima Bansos 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:00 WIB

Kemenkeu Apresiasi Sitaan Rp58 Miliar Kasus Judi Online oleh Bareskrim

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:00 WIB

Satgas PRR Kejar Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Idulfitri

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:00 WIB

Eks Kadisdik Jambi Bantah Terima Koper Rp1 Miliar dalam Sidang Korupsi DAK SMK

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam forum kenegaraan yang menyinggung arah kebijakan dan posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik dunia.

Internasional

Prabowo dan Ideologi Realisme dalam Politik Global

Jumat, 6 Mar 2026 - 23:59 WIB