Jambi, 28 Februari 2026 – Pembangunan Tol Jambi–Palembang berpotensi mempercepat arus logistik dan mobilitas antarprovinsi. Namun, pengamat ekonomi memperingatkan risiko bagi pertumbuhan ekonomi lokal jika proyek ini tidak diimbangi kebijakan yang tepat.
Dr. Noviardi Ferzi, pengamat ekonomi dari Jambi, mengatakan tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Jambi ke Palembang dari 10–12 jam menjadi sekitar 3 jam. Efisiensi ini membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lintas Sumatera.
Meski demikian, ada risiko pengalihan konsumsi dan tenaga kerja. “Tanpa intervensi, warga Jambi cenderung berbelanja di Palembang karena lebih cepat dan murah. Talenta lokal juga bisa pindah ke Sumatera Selatan mencari peluang kerja yang lebih luas,” ujarnya.
Potensi ini bisa menggerus pendapatan UMKM dan sektor jasa di Jambi. Untuk mengantisipasi, pemerintah daerah disarankan menyiapkan zona ekonomi baru di dekat pintu tol dan menawarkan insentif fiskal untuk menarik investasi lokal.
Tol Jambi–Palembang termasuk jaringan Tol Trans-Sumatera, yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat distribusi barang. Dengan strategi yang tepat, tol ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi regional sekaligus mempertahankan konsumsi dan talenta di Jambi.









