Indonesia berpeluang menjadi negara kelima di Asia yang mengoperasikan kapal induk setelah pemerintah berencana menerima hibah kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional sekaligus memperkuat kemampuan maritim Indonesia.
Kapal induk tersebut sebelumnya dioperasikan Angkatan Laut Italia sejak 1985 dan resmi dinonaktifkan pada 2024. Jika proses administrasi dan revitalisasi berjalan sesuai rencana, kapal ini diperkirakan akan tiba di Indonesia sebelum peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026.
Indonesia Masuk Klub Eksklusif Kapal Induk Asia
Dengan akuisisi ini, Indonesia akan menjadi:
-
Negara kedua di Asia Tenggara setelah Thailand yang memiliki kapal induk.
-
Negara kelima di Asia yang mengoperasikan kapal induk, bersama China, India, Jepang, dan Thailand.
Kehadiran kapal induk dinilai sebagai simbol kekuatan angkatan laut sekaligus sarana proyeksi kekuatan maritim di kawasan strategis.
Bagian dari Modernisasi Militer
Rencana kepemilikan kapal induk sejalan dengan program modernisasi pertahanan yang didorong pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Selain pengadaan pesawat tempur dan sistem persenjataan baru, penguatan armada laut menjadi prioritas karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jalur pelayaran internasional yang sangat padat.
Analis pertahanan menilai kapal induk dapat mendukung berbagai operasi, tidak hanya militer tetapi juga misi non-tempur seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Kemampuan dan Fungsi Kapal Induk
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter dan dirancang untuk mengoperasikan:
-
Helikopter militer
-
Pesawat lepas-landas vertikal (VTOL)
-
Operasi logistik dan bantuan kemanusiaan
Namun Indonesia saat ini belum memiliki pesawat tempur dengan kemampuan lepas-landas vertikal, sehingga penggunaan awal kapal kemungkinan lebih difokuskan pada operasi helikopter, drone, serta misi kemanusiaan.
Tantangan dan Kritik
Sejumlah pengamat juga mengingatkan adanya tantangan besar, antara lain:
-
Biaya operasional yang tinggi, diperkirakan mencapai puluhan juta dolar per tahun.
-
Kebutuhan pelatihan ratusan awak kapal.
-
Usia kapal yang sudah mendekati 40 tahun.
Sebagian pihak menilai kapal induk bisa menjadi beban anggaran jika tidak dioperasikan secara optimal.
Potensi Manfaat Strategis
Meski menuai pro dan kontra, pemerintah melihat kapal induk sebagai aset strategis untuk:
-
memperkuat keamanan maritim,
-
meningkatkan kemampuan respons bencana,
-
serta menjadi sarana pembelajaran bagi TNI AL sebelum mengembangkan kapal induk yang lebih modern di masa depan.









