Indonesia Akan Jadi Negara ke-5 di Asia yang Memiliki Kapal Indu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Akan Jadi Negara ke-5 di Asia yang Memiliki Kapal Indu

Indonesia Akan Jadi Negara ke-5 di Asia yang Memiliki Kapal Indu

Indonesia berpeluang menjadi negara kelima di Asia yang mengoperasikan kapal induk setelah pemerintah berencana menerima hibah kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional sekaligus memperkuat kemampuan maritim Indonesia.

Kapal induk tersebut sebelumnya dioperasikan Angkatan Laut Italia sejak 1985 dan resmi dinonaktifkan pada 2024. Jika proses administrasi dan revitalisasi berjalan sesuai rencana, kapal ini diperkirakan akan tiba di Indonesia sebelum peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026.

Indonesia Masuk Klub Eksklusif Kapal Induk Asia

Dengan akuisisi ini, Indonesia akan menjadi:

  • Negara kedua di Asia Tenggara setelah Thailand yang memiliki kapal induk.

  • Negara kelima di Asia yang mengoperasikan kapal induk, bersama China, India, Jepang, dan Thailand.

Baca Juga :  Kecelakaan di Kalideres, TNI AD Tegaskan Tak Ada Unsur Kesengajaan

Kehadiran kapal induk dinilai sebagai simbol kekuatan angkatan laut sekaligus sarana proyeksi kekuatan maritim di kawasan strategis.

Bagian dari Modernisasi Militer

Rencana kepemilikan kapal induk sejalan dengan program modernisasi pertahanan yang didorong pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Selain pengadaan pesawat tempur dan sistem persenjataan baru, penguatan armada laut menjadi prioritas karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jalur pelayaran internasional yang sangat padat.

Analis pertahanan menilai kapal induk dapat mendukung berbagai operasi, tidak hanya militer tetapi juga misi non-tempur seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Kemampuan dan Fungsi Kapal Induk

Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter dan dirancang untuk mengoperasikan:

  • Helikopter militer

  • Pesawat lepas-landas vertikal (VTOL)

  • Operasi logistik dan bantuan kemanusiaan

Baca Juga :  Gaji PPPK Paruh Waktu 2026 Belum Cair, Ini Penyebabnya

Namun Indonesia saat ini belum memiliki pesawat tempur dengan kemampuan lepas-landas vertikal, sehingga penggunaan awal kapal kemungkinan lebih difokuskan pada operasi helikopter, drone, serta misi kemanusiaan.

Tantangan dan Kritik

Sejumlah pengamat juga mengingatkan adanya tantangan besar, antara lain:

  • Biaya operasional yang tinggi, diperkirakan mencapai puluhan juta dolar per tahun.

  • Kebutuhan pelatihan ratusan awak kapal.

  • Usia kapal yang sudah mendekati 40 tahun.

Sebagian pihak menilai kapal induk bisa menjadi beban anggaran jika tidak dioperasikan secara optimal.

Potensi Manfaat Strategis

Meski menuai pro dan kontra, pemerintah melihat kapal induk sebagai aset strategis untuk:

  • memperkuat keamanan maritim,

  • meningkatkan kemampuan respons bencana,

  • serta menjadi sarana pembelajaran bagi TNI AL sebelum mengembangkan kapal induk yang lebih modern di masa depan.

Berita Terkait

Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama Energi dengan Putin
Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya
BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer
Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina
Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik
10 Provinsi dengan ASN Terbanyak 2025: Jawa Timur Duduki Posisi Puncak
Duel “Guru vs Murid” di Laga Perdana Timnas U17 Indonesia
Dua Wakil Indonesia Tembus Semifinal BAC 2026, Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia Siap Berjuang ke Final
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama Energi dengan Putin

Minggu, 12 April 2026 - 18:00 WIB

Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya

Minggu, 12 April 2026 - 15:10 WIB

BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer

Minggu, 12 April 2026 - 11:00 WIB

Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina

Minggu, 12 April 2026 - 10:00 WIB

Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik

Berita Terbaru

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras (dok.Angkatan Laut Amerika/IDN financials)

Internasional

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras

Minggu, 12 Apr 2026 - 23:00 WIB