Komnas HAM Soroti Pola Kekerasan di Papua, Duga Pelaku Penembakan Smart Air Satu Jaringan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Smart Air PK-SNR usai insiden penembakan di Boven Digoel, Papua Selatan.
(Foto: Dok.Istimewa)

Pesawat Smart Air PK-SNR usai insiden penembakan di Boven Digoel, Papua Selatan. (Foto: Dok.Istimewa)

Jemarionline – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai aksi penembakan terhadap pesawat Smart Air PK-SNR di Boven Digoel, Papua Selatan, memiliki keterkaitan dengan rangkaian kekerasan lain yang sebelumnya terjadi di wilayah Papua Pegunungan.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyampaikan pihaknya melihat adanya indikasi pola serangan yang terstruktur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga merupakan kelompok yang sama yang sebelumnya melakukan teror di Yahukimo.

Diduga Satu Jaringan dengan Aksi di Yahukimo

Komnas HAM mencatat bahwa pada 14 Januari 2026 sempat terjadi penembakan terhadap pesawat komersial di Yahukimo yang berdampak pada batalnya kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke daerah tersebut.

Baca Juga :  Pesawat Smart Air Ditembak OTK Saat Mendarat di Korowai, Dua Pilot Tewas

Selain itu, kelompok yang dicurigai juga dikaitkan dengan insiden penembakan dan perusakan di SMP YPK Yakpesmi, Kabupaten Yahukimo, pada 2 Februari 2026. Dalam peristiwa tersebut, seorang pekerja bangunan bernama Daniel Datti (41) dilaporkan meninggal dunia.

Komnas HAM menyebut rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan eskalasi kekerasan yang mengarah pada pola ancaman terhadap warga sipil dan fasilitas publik.

Kecaman atas Serangan terhadap Warga Sipil

Dalam pernyataannya, Komnas HAM turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pilot dan kopilot pesawat Smart Air, yakni Captain Egon dan Baskoro Adi Anggoro.

Baca Juga :  Prabowo Shalat Id di Paris, Didit Ikut Mendampingi

Anis menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil, baik dalam situasi konflik bersenjata maupun di luar kondisi perang, merupakan pelanggaran terhadap prinsip hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional, terlepas dari pelakunya aktor negara maupun non-negara.

Komnas HAM menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Papua Selatan dan Papua Pegunungan serta mendorong langkah-langkah perlindungan bagi masyarakat sipil.

Berita Terkait

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis
Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla
KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten
Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul
Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK
Daftar 10 Jenderal Bintang Empat TNI Polri Aktif Era Prabowo
Skema Pensiun ASN 2027 Berubah Langsung Masuk Rekening, PT Taspen Nyatakan Kesiapan Penuh
Menkop Pastikan Penyaluran Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih Mulai Direalisasikan Tahun Ini
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:02 WIB

KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru

Ilustrasi busi motor di meja bengkel, komponen vital penentu tenaga mesin dan efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor.(poto: oegopost.id).

OTOMOTIF

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:15 WIB

Internasional

Panas Jelang Pemilu Israel: Perang AI Sasar Keluarga Korban

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:58 WIB

Suasana toko elektronik di Charsou Mall Teheran yang memajang jajaran ponsel pintar Apple terbaru di dalam etalase kaca.(poto: istimewa).

Teknologi

Jalur Gelap Ponsel Pintar Apple Tembus Pasar Teheran Iran

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:53 WIB