OJK, LPS, dan BPS Gelar Survei Literasi Keuangan Nasional 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jemarionline.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan peningkatan literasi dan akses keuangan masyarakat.

Pelaksanaan SNLIK tahun ini menghadirkan kolaborasi baru dengan keterlibatan LPS, sehingga cakupan survei semakin luas dan mendalam. Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  OJK Awasi 8 Pindar Bermasalah, 14 Belum Penuhi Modal Minimum

Untuk pertama kalinya, hasil SNLIK 2026 akan menyajikan indeks literasi dan inklusi keuangan hingga tingkat provinsi, sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui posisi serta tantangan di wilayah masing-masing.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa jumlah responden meningkat tajam menjadi 75.000 orang, dari sebelumnya sekitar 10.000 responden. Peningkatan ini dinilai penting untuk menghasilkan data yang lebih akurat dan objektif.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi sinergi antarlembaga tersebut dan mengajak masyarakat untuk terbuka saat pendataan. Ia memastikan kerahasiaan dan keamanan data responden tetap terjaga.

Baca Juga :  OJK Turun Tangan Usai Konsumen Keluhkan Penagihan Fintech SolusiKu

Pendataan SNLIK 2026 berlangsung pada 4–18 Februari 2026, menyasar penduduk berusia 15–79 tahun di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Survei dilakukan secara tatap muka menggunakan aplikasi CAPI dengan pengawasan untuk menjaga kualitas data.

Hasil survei ini akan menjadi acuan pencapaian target literasi dan inklusi keuangan nasional sesuai RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045, serta mendukung penguatan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Berita Terkait

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK
Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan
Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka, Waspadai Link dan Poster Palsu
DPR Sahkan RUU Polri, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola Kepolisian
Minyakita Tak Lagi Jadi Bantuan Pangan, Kini Fokus ke Pasar Rakyat
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh dari Dalam
Nanik S Deyang Hadiri Istana Jelang Pelantikan Kepala BGN Baru
Kapolri Buka Peluang Sipil Isi Jabatan Polri Nonoperasional
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:00 WIB

Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka, Waspadai Link dan Poster Palsu

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:00 WIB

DPR Sahkan RUU Polri, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola Kepolisian

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Minyakita Tak Lagi Jadi Bantuan Pangan, Kini Fokus ke Pasar Rakyat

Berita Terbaru