Bareskrim Tetapkan Dirut dan Komisaris Dana Syariah Indonesia Tersangka Kasus Dugaan Fraud

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan fraud PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Penetapan dilakukan pada Kamis, 5 Februari 2026.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, mengatakan ketiga tersangka masing-masing berinisial TA, MY, dan RL. TA diketahui menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus pemegang saham PT DSI. Sementara MY merupakan mantan direktur dan pemegang saham PT DSI, serta direktur di beberapa perusahaan afiliasi. Adapun RL menjabat sebagai komisaris dan pemegang saham PT DSI.

“Penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka terkait dugaan tindak pidana ekonomi yang dilakukan PT Dana Syariah Indonesia,” ujar Ade Safri, Jumat (6/2/2026).

Jeratan Hukum

Ketiga tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya dugaan penggelapan dalam jabatan, penggelapan, penipuan, penipuan melalui media elektronik, hingga pembuatan laporan keuangan palsu. Perbuatan tersebut diduga terjadi dalam kurun waktu 2018 hingga 2025.

Baca Juga :  TNI AU Borong 12 Jet PC‑24 dan Siapkan 24 Pesawat Latih PC‑21

Selain itu, penyidik juga menjerat ketiganya dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Modus yang digunakan adalah penyaluran dana masyarakat melalui proyek fiktif yang dibuat menggunakan data peminjam lama atau borrower existing.

Pemblokiran Rekening dan Penyitaan Aset

Dalam proses penyidikan, Bareskrim Polri telah mengajukan pemblokiran terhadap 63 rekening milik PT DSI dan perusahaan afiliasinya. Dari puluhan rekening tersebut, penyidik telah menyita dana senilai Rp 4,07 miliar.

Selain uang tunai, polisi juga menyita sejumlah aset bergerak berupa satu unit mobil dan dua unit sepeda motor yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut.

Baca Juga :  JK Laporkan Rismon Sianipar atas Tuduhan Pendanaan Isu Ijazah Jokowi

Penelusuran Aset

Ade Safri menegaskan penyidik masih terus melakukan penelusuran aset dengan metode follow the money. Langkah ini dilakukan untuk melacak aliran dana hasil kejahatan serta memulihkan kerugian para korban.

“Tim penyidik terus mengoptimalkan penelusuran aset dan mengamankan harta hasil tindak pidana untuk kepentingan pemulihan kerugian korban,” jelasnya.

Modus Proyek Fiktif

Dalam kasus ini, PT Dana Syariah Indonesia diduga membuat proyek-proyek fiktif dengan memanfaatkan data peminjam lama tanpa konfirmasi ulang. Data tersebut kemudian dilekatkan pada proyek palsu guna menarik minat para pemberi pinjaman atau investor.

Modus ini menyebabkan para lender percaya dan menanamkan dana, hingga akhirnya terjadi gagal bayar.

Berita Terkait

Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama Energi dengan Putin
Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya
BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer
Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina
Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik
10 Provinsi dengan ASN Terbanyak 2025: Jawa Timur Duduki Posisi Puncak
Duel “Guru vs Murid” di Laga Perdana Timnas U17 Indonesia
Dua Wakil Indonesia Tembus Semifinal BAC 2026, Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia Siap Berjuang ke Final
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama Energi dengan Putin

Minggu, 12 April 2026 - 18:00 WIB

Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya

Minggu, 12 April 2026 - 15:10 WIB

BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer

Minggu, 12 April 2026 - 11:00 WIB

Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina

Minggu, 12 April 2026 - 10:00 WIB

Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik

Berita Terbaru

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras (dok.Angkatan Laut Amerika/IDN financials)

Internasional

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras

Minggu, 12 Apr 2026 - 23:00 WIB