Jemarionline – Kasus tekanan darah tinggi atau hipertensi pada usia muda terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius tenaga medis karena hipertensi yang muncul sejak dini berisiko memicu komplikasi berat di kemudian hari.
Dokter spesialis penyakit dalam dari sejumlah rumah sakit rujukan menyebutkan, pola hidup tidak aktif menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya hipertensi pada kelompok usia 20 hingga 40 tahun. Kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi garam, serta kebiasaan duduk terlalu lama disebut berperan besar.
“Sekarang banyak pasien hipertensi yang masih berusia produktif. Sebagian besar tidak menyadari tekanan darahnya sudah tinggi karena jarang melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar seorang dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta.
Selain faktor pola makan dan kurang olahraga, stres berkepanjangan juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah. Beban pekerjaan, kurang tidur, serta paparan gawai yang berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.
Hipertensi yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa tekanan darah, meskipun tidak merasakan keluhan.
Tenaga medis menyarankan perubahan gaya hidup sebagai langkah pencegahan utama. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit per hari, mengurangi konsumsi makanan asin dan berlemak, serta mengelola stres dinilai efektif menekan risiko hipertensi.
“Hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan. Kuncinya ada pada kesadaran untuk menjaga pola hidup sehat sejak usia muda,” tegasnya.









