Legenda Putri Mandalika: Kisah Putri Cantik dari Lombok

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Poto : Diskominfo Lombok Tengah

Poto : Diskominfo Lombok Tengah

Jemarionline – Di sebuah kerajaan kecil di Pulau Lombok, hiduplah seorang putri yang sangat terkenal akan kecantikannya. Namanya adalah Mandalika. Ia bukan hanya cantik secara fisik, tetapi juga berhati lembut, bijaksana, dan sangat menyayangi rakyatnya. Semua orang di kerajaan, dari rakyat biasa hingga penasihat kerajaan, menaruh hati pada kebaikan dan kelembutannya.

Kecantikan Putri Mandalika terdengar hingga ke kerajaan-kerajaan tetangga. Tidak sedikit pangeran yang mendengar kabar tentangnya, dan berbondong-bondong datang untuk melamarnya. Mereka membawa hadiah mewah, emas, perhiasan, bahkan kuda dan bendera kerajaan. Namun Mandalika, meski tersanjung, tidak mudah tergoda oleh harta atau gelar. Hatinya tetap sederhana, dan cintanya tertuju pada rakyatnya, bukan pada seorang pangeran atau kerajaan lain.

Bingung Memilih

Suatu hari, sang putri dihadapkan pada dilema yang besar. Banyak pangeran menunggu jawaban darinya, dan masing-masing berjanji untuk menikahinya. Tapi Mandalika tahu, memilih satu dari mereka bisa menimbulkan perang dan permusuhan. Ia mencintai rakyatnya lebih dari apapun, dan tidak ingin perselisihan memecah kerajaan.

Raja, ayah Mandalika, juga merasa bingung. Ia tahu kecantikan putrinya bisa membawa berkah, tetapi juga bisa menjadi sumber malapetaka. “Putriku,” kata sang raja lembut, “kamu harus memilih dengan hati, bukan karena takut pada siapapun. Namun ingat, kesejahteraan rakyat adalah yang terpenting.”

Baca Juga :  Kasus DBD di Sungai Penuh Naik 20 Persen pada Triwulan Pertama 2026

Mandalika mengangguk, hatinya berat. Ia tidak ingin menyakiti siapapun, tetapi ia juga tahu bahwa tidak memilih adalah sebuah pilihan.

Pengorbanan Besar

Malam itu, Putri Mandalika berjalan di tepi pantai yang sepi. Angin laut membelai rambutnya, dan ombak berirama lembut seakan mengiringi langkahnya. Ia menatap ke arah laut, memikirkan nasib rakyatnya dan para pangeran yang menunggu jawaban.

Dalam hati yang hening, Mandalika memutuskan sesuatu yang luar biasa. Ia rela mengorbankan dirinya demi perdamaian. Dengan langkah mantap, ia melompat ke laut yang gelap. Rakyat yang mengetahuinya terkejut dan berduka, tetapi mereka memahami maksud sang putri.

Keajaiban Nyale

Setelah Mandalika melompat, sesuatu yang ajaib terjadi. Tubuhnya tidak hilang begitu saja, melainkan berubah menjadi ribuan keping kecil yang berkilau, yang kemudian dikenal sebagai Nyale, cacing laut yang muncul setiap tahun di pantai Lombok. Dari sinilah masyarakat Lombok memulai tradisi Bau Nyale, sebuah festival untuk mengenang pengorbanan Putri Mandalika.

Baca Juga :  Segudang Manfaat Ramuan Belerang Untuk Petani Padi

Setiap tahun, saat Nyale muncul, rakyat Lombok akan berkumpul di pantai, menangkap cacing laut tersebut, dan merayakan legenda sang putri. Festival ini tidak hanya sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai simbol rasa syukur atas keberanian dan kepedulian Mandalika.

Pesan Filosofis

Kisah Putri Mandalika mengajarkan banyak hal:

  1. Cinta pada rakyat lebih penting daripada cinta pribadi. Mandalika mengutamakan keselamatan rakyatnya daripada kebahagiaan pribadinya.

  2. Pengorbanan untuk kebaikan bersama. Dengan tindakannya, ia mencegah peperangan dan konflik antar kerajaan.

  3. Harmoni dengan alam. Transformasinya menjadi Nyale menunjukkan bagaimana manusia dan alam saling terkait.

  4. Kearifan lokal yang abadi. Festival Bau Nyale menjadi bukti bahwa cerita dan nilai-nilai luhur dapat hidup melalui tradisi turun-temurun.

Warisan Abadi

Hingga kini, Putri Mandalika tetap hidup dalam hati masyarakat Lombok. Namanya selalu dikenang, dan festival Nyale menjadi acara budaya yang terkenal hingga ke mancanegara. Kisahnya mengingatkan kita bahwa keberanian, pengorbanan, dan cinta sejati tidak selalu datang dalam bentuk kemenangan atau harta, tetapi dalam bentuk tindakan yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA 2026 di Batam
Pengukuhan DWP Kota Sungai Penuh Dorong Peran Perempuan Berdaya
Pemkot Sungai Penuh Percepat Penyusunan KLHS RDTR untuk Penataan Ruang Wilayah
Gubernur Jambi Al Haris Tegur Keras ASN yang Nekat Masuk Kantor Saat WFH
Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS
APBD 2027 Kerinci Fokus pada Pertanian, Pariwisata dan SDM
Kasus DBD di Sungai Penuh Naik Jadi 88, Dinkes Gencarkan PSN
BMKG Prediksi Kabut Tebal Selimuti Sebagian Besar Jambi Hari Ini
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Ikuti Bimtek Nasional ASWAKADA 2026 di Batam

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pengukuhan DWP Kota Sungai Penuh Dorong Peran Perempuan Berdaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Percepat Penyusunan KLHS RDTR untuk Penataan Ruang Wilayah

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:02 WIB

Gubernur Jambi Al Haris Tegur Keras ASN yang Nekat Masuk Kantor Saat WFH

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Alfin Serahkan Seragam Gratis Saat Pantau MPLS

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB