Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Dok. YouTube Setpres)

Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Dok. YouTube Setpres)

Jakarta, Jemarionline.comStop impor solar menjadi salah satu target utama Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Karena itu, pemerintah kini mempercepat pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya lokal, mulai dari kelapa sawit, singkong, hingga jagung.

Prabowo menilai Indonesia harus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dari luar negeri. Menurutnya, pemanfaatan komoditas lokal akan memperkuat kemandirian energi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah Percepat Pengembangan Biofuel

Prabowo menjelaskan pemerintah terus memperluas program hilirisasi energi. Melalui program tersebut, pemerintah ingin memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku energi.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pengembangan biodiesel berbahan dasar kelapa sawit. Langkah itu sekaligus mendukung upaya mengurangi impor solar secara bertahap.

Sementara itu, pemerintah juga mengembangkan bioetanol dari singkong, jagung, dan tanaman lain yang memiliki kandungan pati maupun gula. Dengan cara itu, pemerintah berharap kebutuhan bensin nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Baca Juga :  Prabowo: Rockefeller Institute Nilai Program Makan Bergizi Gratis Investasi Terbaik

Sawit, Singkong, dan Jagung Punya Peran Penting

Prabowo menyebut kelapa sawit memiliki potensi besar untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus mendorong pengembangan teknologi pengolahan sawit menjadi energi.

Selain sawit, pemerintah juga melihat peluang besar pada singkong dan jagung. Kedua komoditas tersebut dapat menghasilkan bioetanol yang berfungsi sebagai campuran bensin.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Karena itu, pemerintah ingin memanfaatkan potensi tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Kurangi Impor BBM dan Hemat Devisa

Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar minyak. Sebaliknya, pemerintah ingin membangun sistem energi yang lebih mandiri.

Langkah tersebut tidak hanya mengurangi impor solar. Namun, kebijakan itu juga berpotensi menghemat devisa negara yang selama ini mengalir ke luar negeri untuk membeli BBM.

Baca Juga :  NasDem Soal Wacana Potong Gaji Pejabat: Apa Efektif Selamatkan APBN?

Di sisi lain, pemerintah juga ingin memperkuat industri pengolahan di dalam negeri. Dengan demikian, nilai tambah komoditas nasional akan meningkat.

Petani Berpeluang Menikmati Manfaat

Program bioenergi tidak hanya menyasar sektor energi. Sebaliknya, kebijakan tersebut juga memberi peluang baru bagi petani.

Permintaan terhadap sawit, singkong, dan jagung diperkirakan akan meningkat apabila industri biofuel terus berkembang. Akibatnya, petani berpotensi memperoleh pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan.

Selain itu, pertumbuhan industri bioenergi juga dapat menciptakan lapangan kerja baru. Kondisi tersebut akan mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah penghasil komoditas.

Pemerintah Dorong Kemandirian Energi

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat ketahanan energi nasional. Karena itu, pengembangan biodiesel dan bioetanol menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Pemerintah juga ingin memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara maksimal. Dengan langkah itu, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi tanpa bergantung pada impor dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB