Waspada! Ekstensi Chrome Palsu Mengatasnamakan Perplexity AI Intai Aktivitas Pencarian Pengguna

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Telset.id

Foto: Telset.id

Jakarta, Jemarionline.com – Ekstensi Chrome Palsu Perplexity AI memunculkan ancaman baru bagi pengguna Google Chrome. Tim Microsoft Defender Security Research menemukan ekstensi berbahaya yang menyamar sebagai layanan Perplexity AI untuk memantau aktivitas pencarian pengguna.

Google segera mencabut ekstensi tersebut dari Chrome Web Store setelah menerima laporan dari Microsoft. Namun, pengguna yang telanjur memasangnya tetap harus menghapusnya sendiri dari browser.

Microsoft Ungkap Modus Penyamaran Ekstensi Berbahaya

Tim peneliti Microsoft menemukan ekstensi bernama “Search for perplexity ai” di Chrome Web Store. Pelaku memakai nama itu untuk memanfaatkan popularitas Perplexity AI sekaligus meyakinkan pengguna agar memasangnya.

Pelaku juga membuat domain perplexity-ai[.]online yang menyerupai domain resmi perplexity.ai. Mereka memanfaatkan teknik typosquatting agar pengguna sulit membedakan situs palsu dengan situs resmi.

Begitu pengguna memasang ekstensi tersebut, program langsung mengubah mesin pencari bawaan Google Chrome. Program kemudian mengalihkan setiap pencarian menuju server milik pelaku sebelum meneruskannya ke mesin pencari tujuan.

Baca Juga :  Cara Blokir Spam Telepon di HP, Lindungi Privasi dari Penipuan

Pelaku menjalankan seluruh proses itu tanpa mengubah tampilan hasil pencarian. Karena itu, banyak pengguna tidak menyadari bahwa pihak lain memantau aktivitas mereka.

Pelaku Kumpulkan Data Lewat Izin Akses Browser

Microsoft mengungkap bahwa ekstensi itu meminta izin akses yang jauh melebihi kebutuhan layanan pencarian biasa.

Melalui izin tersebut, pelaku dapat mengubah pengaturan browser, mengarahkan lalu lintas pencarian, serta mengumpulkan berbagai informasi dari perangkat pengguna.

Pelaku mengumpulkan kata kunci pencarian, alamat IP, jenis browser, hingga teks yang diketik pengguna pada address bar.

Microsoft juga menemukan bahwa sistem mulai mengirim sebagian data saat pengguna masih mengetik, bahkan sebelum mereka menekan tombol Enter.

Hasil investigasi Microsoft belum menemukan indikasi pencurian kata sandi maupun kredensial akun.

Meski demikian, Microsoft menilai pelaku memiliki peluang memperluas aksinya karena ekstensi tersebut sudah mengantongi izin akses yang cukup luas.

Google Hapus Ekstensi, Pengguna Harus Bertindak

Google langsung menghapus ekstensi berbahaya itu dari Chrome Web Store untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Baca Juga :  Selfie Dua Jari Disebut Bisa Curi Sidik Jari, Benarkah? Ini Penjelasan Ahli Keamanan Siber

Namun, Google tidak menghapus ekstensi yang sudah terpasang di perangkat pengguna. Karena itu, setiap pengguna perlu memeriksa daftar ekstensi melalui halaman chrome://extensions.

Microsoft meminta pengguna segera menghapus ekstensi “Search for perplexity ai” maupun ekstensi lain yang berasal dari pengembang tidak dikenal.

Microsoft juga mengimbau pengguna agar selalu memeriksa identitas pengembang sebelum memasang ekstensi baru. Pengguna sebaiknya hanya memasang ekstensi dari penerbit resmi dan membaca seluruh izin akses sebelum menekan tombol instal.

Selain itu, pengguna perlu membatasi jumlah ekstensi yang aktif di browser. Semakin sedikit ekstensi yang digunakan, semakin kecil pula peluang pelaku memanfaatkan izin akses untuk mengumpulkan data pribadi.

Kejahatan siber terus berkembang dengan memanfaatkan nama layanan populer. Karena itu, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan setiap kali memasang aplikasi atau ekstensi, meski aplikasi tersebut tampak berasal dari merek yang sudah dikenal.

Berita Terkait

Google Maps Hadirkan Visual 3D dan AI Gemini untuk Navigasi
Laptop Rp2 Jutaan 2026 untuk Skripsi, ThinkPad Bekas Jadi Andalan
OPPO Find X10 Ultra Siap Usung Kamera 200MP, Pro Max Terancam Batal
WinRAR Rilis Versi Terbaru, Pengembang Sebut Dukungan Pengguna Berbayar Jadi Kunci
Reddit Bisa Dibuka Lagi di Indonesia? Ini Penjelasan Komdigi
Temuan Duplikasi Google Knowledge Graph Soroti Tantangan Identitas Digital AI
Cara Blokir Spam Telepon di HP, Lindungi Privasi dari Penipuan
Daftar Harga iPhone Juli 2026, iPhone 17 hingga iPhone 14 Terbaru
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Google Maps Hadirkan Visual 3D dan AI Gemini untuk Navigasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Laptop Rp2 Jutaan 2026 untuk Skripsi, ThinkPad Bekas Jadi Andalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:00 WIB

OPPO Find X10 Ultra Siap Usung Kamera 200MP, Pro Max Terancam Batal

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

WinRAR Rilis Versi Terbaru, Pengembang Sebut Dukungan Pengguna Berbayar Jadi Kunci

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:00 WIB

Waspada! Ekstensi Chrome Palsu Mengatasnamakan Perplexity AI Intai Aktivitas Pencarian Pengguna

Berita Terbaru

Foto: Sergei Starostin/Pexels

Bisnis

Harga Emas Antam Naik Rp11.000, Buyback Melonjak Rp55.000

Sabtu, 4 Jul 2026 - 11:00 WIB