Kerinci, Jemarionline.com – Harga perlengkapan rumah tangga di Kabupaten Kerinci mengalami kenaikan pada Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 4,32 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi pada bulan sebelumnya.
BPS juga mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok ini mencapai 107,08, naik dari 102,65 pada April 2026. Kenaikan tersebut menunjukkan harga berbagai kebutuhan rumah tangga terus bergerak naik sepanjang tahun ini.
Peralatan Rumah dan Kebun Jadi Penyumbang Terbesar
Kelompok peralatan dan perlengkapan perumahan serta kebun menjadi penyumbang kenaikan harga terbesar dengan inflasi 4,32 persen.
Selain itu, kelompok furnitur, perlengkapan, dan karpet mencatat inflasi 1,6 persen, sedangkan barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin mengalami inflasi 0,19 persen. Secara keseluruhan, kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga menyumbang 0,79 persen terhadap inflasi Kabupaten Kerinci pada Mei 2026.
Kenaikan Terjadi Sepanjang Tahun
BPS mencatat kenaikan harga kelompok ini tidak hanya terjadi secara tahunan. Sejak awal 2026 hingga Mei, inflasi kumulatif (year to date/ytd) juga telah mencapai 4,32 persen.
Data tersebut menunjukkan harga perlengkapan rumah tangga terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kerinci Masuk Daerah dengan Inflasi Tertinggi
Data Databoks menunjukkan Kabupaten Kerinci berada di jajaran daerah dengan inflasi perlengkapan rumah tangga tertinggi di Indonesia pada Mei 2026.
Kerinci menempati peringkat kedua nasional untuk kelompok inflasi ini. Posisi tersebut berada tepat di bawah Kota Pematang Siantar yang mencatat inflasi lebih tinggi.
Inflasi Kerinci Tetap Terjaga
Walaupun kelompok perlengkapan rumah tangga mengalami kenaikan cukup tinggi, inflasi tahunan Kabupaten Kerinci secara keseluruhan masih berada di angka 2,9 persen pada Mei 2026.
Angka tersebut masih berada dalam kisaran yang relatif terkendali. Namun, kenaikan pada kelompok perlengkapan rumah tangga tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pengeluaran masyarakat.









