Toyota Australia Tarik 1.101 Toyota bZ4X 2025-2026 Akibat Masalah Perangkat Lunak Baterai

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip Foto - Mobil Toyota bZ4X dipamerkan dalam ajang GIIAS 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). ( poto : ANTARA)

Arsip Foto - Mobil Toyota bZ4X dipamerkan dalam ajang GIIAS 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). ( poto : ANTARA)

Jakarta, jemarionline.com – Toyota Australia menarik Toyota bZ4X ditarik kembali sebanyak 1.101 unit SUV listrik model tahun 2025 hingga 2026 karena menemukan potensi gangguan pada perangkat lunak baterai bertegangan tinggi.

Perusahaan mengambil langkah ini sebagai upaya pencegahan setelah mengidentifikasi kemungkinan masalah yang dapat memengaruhi sistem penggerak kendaraan.

Informasi tersebut disampaikan melalui pemberitahuan resmi penarikan kendaraan yang dipublikasikan Toyota Australia. Media otomotif Australia, Drive, turut melaporkan kabar tersebut pada Jumat waktu setempat.

Gangguan Perangkat Lunak Picu Peringatan Sistem Kendaraan

Toyota Australia menjelaskan bahwa seluruh kendaraan yang terdampak menggunakan baterai bertegangan tinggi sebagai sumber tenaga sistem penggerak listrik. Electronic Control Unit (ECU) mengendalikan kinerja baterai tersebut selama kendaraan beroperasi.

Perusahaan menemukan potensi gangguan pada perangkat lunak ECU baterai. Saat kondisi itu terjadi, panel instrumen dapat menampilkan pesan peringatan “EV System Malfunction”.

Selain pesan tersebut, beberapa lampu indikator gangguan untuk berbagai sistem kendaraan juga dapat menyala secara bersamaan. Indikator itu muncul sebagai tanda adanya masalah pada perangkat lunak yang mengatur sistem baterai.

Baca Juga :  Harga Solar Mahal, Pemilik Mobil Diesel Mulai Hijrah ke Mobil Listrik

Toyota menegaskan bahwa gangguan tersebut berasal dari perangkat lunak, bukan dari kerusakan fisik baterai maupun komponen lainnya.

Sistem Penggerak Listrik Berpotensi Berhenti Mendadak

Toyota Australia menyatakan sistem kemudi berbantuan atau power steering tetap dapat berfungsi ketika gangguan perangkat lunak muncul. Sistem pengereman berbantuan atau power assisted braking juga masih bekerja sebagaimana mestinya.

Namun, sistem penggerak listrik kendaraan dapat berhenti beroperasi akibat masalah tersebut. Jika kondisi itu terjadi ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi, kendaraan dapat kehilangan tenaga penggerak.

Situasi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan karena kendaraan tidak lagi menerima tenaga dari motor listrik. Oleh sebab itu, Toyota memilih melakukan penarikan kembali sebagai langkah pencegahan.

Perusahaan juga telah mempublikasikan daftar lengkap nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN) yang masuk dalam program penarikan kembali.

Daftar tersebut mencakup seluruh 1.101 unit Toyota bZ4X model tahun 2025 hingga 2026 yang berpotensi mengalami gangguan perangkat lunak baterai.

Baca Juga :  Hyundai Hadirkan Tema Piala Dunia 2026 di Mobil

Toyota Siapkan Pembaruan ECU Tanpa Biaya

Toyota Australia memastikan akan menghubungi seluruh pemilik kendaraan yang terdampak. Perusahaan akan menjadwalkan proses pembaruan perangkat lunak ECU baterai di jaringan layanan resminya.

Seluruh proses pembaruan dilakukan tanpa memungut biaya dari pemilik kendaraan. Langkah tersebut bertujuan mengatasi potensi gangguan perangkat lunak sekaligus memastikan sistem penggerak listrik kembali bekerja sesuai standar.

Melalui program penarikan kembali ini, Toyota Australia mengimbau seluruh pemilik Toyota bZ4X yang termasuk dalam daftar terdampak agar mengikuti jadwal pembaruan setelah menerima pemberitahuan resmi dari perusahaan.

Program tersebut di fokuskan pada pembaruan perangkat lunak ECU baterai. Dengan pembaruan itu, Toyota berharap kendaraan dapat beroperasi secara normal dan mengurangi potensi gangguan yang dapat memengaruhi sistem penggerak listrik.

Perusahaan juga telah menyediakan daftar nomor identifikasi kendaraan yang terdampak sehingga pemilik dapat memastikan apakah kendaraannya termasuk dalam program penarikan kembali. Setelah proses pembaruan selesai, kendaraan di harapkan kembali memenuhi standar operasional yang ditetapkan Toyota.(ar)

Berita Terkait

Komparasi Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha, Mana Lebih Unggul?
Honda Vario 160 Evo Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp28,5 Juta
Hindari Rem Blong, Ini Teknik Aman Berkendara di Jalan Menurun
AHM Daftarkan Nama Ryden 160 di PDKI, Sinyal Motor Baru Honda Muncul di Segmen 160 cc
Honda Kembangkan Teknologi E-Compressor di Motor Masa Depan, Siap Dipakai dari V3R hingga Fireblade
Honda Siapkan Mesin Supercharger Listrik untuk Motor, Tenaga Lebih Besar?
Honda Ryden 160 Diprediksi Meluncur Pekan Ini, Penantang Baru Aerox?
Estimasi Biaya Perjalanan Jakarta–Bali Naik Toyota Avanza: BBM, Tol, dan Feri Capai Rp2 Jutaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:00 WIB

Komparasi Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha, Mana Lebih Unggul?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:00 WIB

Honda Vario 160 Evo Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp28,5 Juta

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:00 WIB

Hindari Rem Blong, Ini Teknik Aman Berkendara di Jalan Menurun

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:38 WIB

AHM Daftarkan Nama Ryden 160 di PDKI, Sinyal Motor Baru Honda Muncul di Segmen 160 cc

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:32 WIB

Honda Kembangkan Teknologi E-Compressor di Motor Masa Depan, Siap Dipakai dari V3R hingga Fireblade

Berita Terbaru

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB