Google Peringatkan Modus Penipuan Pakai Gmail, Pengguna Diminta Lebih Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Reuters

Foto: Reuters

Jakarta, Jemarionline.comGoogle kembali mengingatkan pengguna Gmail untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. Pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan email yang tampak meyakinkan untuk mencuri data pribadi, informasi perbankan, hingga akses akun pengguna.

Seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat, para pelaku juga terus mengembangkan teknik penipuan yang semakin sulit dikenali. Karena itu, Google meminta pengguna untuk lebih berhati-hati saat menerima email dari pengirim yang tidak dikenal.

Pelaku Menyamar sebagai Pihak Resmi

Pelaku penipuan sering mengirim email yang meniru tampilan perusahaan besar, lembaga pemerintah, bank, maupun layanan digital populer.

Mereka berusaha meyakinkan korban melalui logo resmi, alamat yang menyerupai akun asli, serta pesan yang terlihat profesional. Setelah itu, pelaku mengarahkan korban untuk mengklik tautan tertentu atau mengunduh lampiran berbahaya.

Karena itu, pengguna perlu memeriksa alamat pengirim secara teliti sebelum mengambil tindakan apa pun.

Modus Phishing Masih Jadi Ancaman Utama

Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah phishing. Dalam modus ini, pelaku mencoba mendapatkan kata sandi, kode verifikasi, atau informasi penting lainnya melalui halaman login palsu.

Baca Juga :  Minat Baca Digital Meningkat, Anak Muda Lebih Pilih Konten Edukatif Singkat

Pelaku biasanya menciptakan situasi mendesak agar korban segera bertindak tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Misalnya, mereka mengirim pemberitahuan akun terancam diblokir, aktivitas mencurigakan, atau hadiah tertentu.

Akibatnya, banyak korban tanpa sadar memberikan informasi sensitif kepada pelaku kejahatan.

Google Minta Pengguna Aktif Memeriksa Email

Google menyarankan pengguna untuk selalu memverifikasi setiap email yang meminta informasi pribadi.

Selain itu, pengguna sebaiknya tidak langsung mempercayai pesan yang meminta kata sandi, kode OTP, maupun data keuangan. Google menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta informasi sensitif melalui email.

Karena itu, pengguna perlu mengabaikan pesan yang meminta data pribadi secara langsung.

Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Google juga mendorong seluruh pengguna Gmail untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA).

Fitur tersebut menambahkan lapisan keamanan tambahan sehingga pelaku tidak dapat langsung mengakses akun meskipun berhasil memperoleh kata sandi pengguna.

Baca Juga :  Generative AI Masuk Aplikasi Investasi, Bantu Investor Analisis Saham Secara Real Time

Selain meningkatkan keamanan akun, fitur ini juga membantu pengguna mendeteksi aktivitas login yang mencurigakan.

Kenali Tanda-Tanda Email Penipuan

Pengguna dapat mengenali email penipuan melalui beberapa ciri umum.

Pertama, pelaku sering menggunakan bahasa yang mendesak dan menekan korban agar segera bertindak. Kedua, email biasanya berisi tautan mencurigakan yang mengarah ke situs tidak resmi.

Selain itu, beberapa email mengandung kesalahan penulisan, alamat pengirim yang tidak wajar, atau permintaan informasi pribadi yang tidak lazim.

Karena itu, pengguna perlu memeriksa setiap detail sebelum membuka tautan atau mengunduh file yang diterima.

Ancaman Siber Terus Berkembang

Perkembangan teknologi membuat metode penipuan digital semakin canggih. Pelaku kini memanfaatkan kecerdasan buatan, rekayasa sosial, dan berbagai teknik baru untuk meningkatkan peluang keberhasilan mereka.

Karena itu, kesadaran pengguna menjadi salah satu pertahanan utama dalam menghadapi ancaman keamanan siber.

Google mengingatkan bahwa kewaspadaan dan kebiasaan digital yang aman dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan online.

Berita Terkait

China Targetkan Jadi Raja AI Dunia 2030, Fokus pada Robot Humanoid hingga Mobil Terbang
Performa Infinix GT 30 Pro Layak Diincar, Ini 5 Alasan yang Membuatnya Menarik di 2026
Microsoft Konfirmasi Windows 11 26H2 Rilis Oktober 2026, Ini Fitur dan Perubahannya
Harga iPhone 18 Pro Berpotensi Naik Rp 5 Juta, Tim Cook Beri Sinyal
Jam Tangan 38 mm Kembali Tren, Ini Alasan Banyak Orang Mulai Meninggalkan Ukuran Besar
Apple Masih Jadi Raja Smartwatch Global pada Kuartal I 2026
Honor 600 Smart 5G Resmi Global: Baterai 7.700 mAh, Snapdragon 4 Gen 4, Harga Rp4 Jutaan
5 HP Murah Terbaru Juni 2026, Memori 256 GB dan Baterai hingga 8.100 mAh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:05 WIB

China Targetkan Jadi Raja AI Dunia 2030, Fokus pada Robot Humanoid hingga Mobil Terbang

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Google Peringatkan Modus Penipuan Pakai Gmail, Pengguna Diminta Lebih Waspada

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:00 WIB

Performa Infinix GT 30 Pro Layak Diincar, Ini 5 Alasan yang Membuatnya Menarik di 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:00 WIB

Microsoft Konfirmasi Windows 11 26H2 Rilis Oktober 2026, Ini Fitur dan Perubahannya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:00 WIB

Harga iPhone 18 Pro Berpotensi Naik Rp 5 Juta, Tim Cook Beri Sinyal

Berita Terbaru