Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, Jemarionline.comInvestor asing mulai menunjukkan kepercayaan kembali terhadap pasar modal Indonesia. Pada perdagangan Kamis (12/6/2026), investor asing membukukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp492,48 miliar di seluruh pasar. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menembus level 6.000.

IHSG menguat 2,68 persen dan bertengger di level 6.043,55 pada penutupan sesi pertama perdagangan. Penguatan tersebut sekaligus menjadi sinyal positif setelah pasar saham domestik mengalami tekanan cukup besar dalam beberapa pekan terakhir.

Kembalinya investor asing ke Bursa Efek Indonesia menarik perhatian pelaku pasar. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir investor asing lebih banyak melakukan aksi jual bersih akibat ketidakpastian global dan meningkatnya risiko geopolitik.

Kini, arus dana asing mulai kembali masuk ke pasar saham Indonesia dan mendorong optimisme baru di kalangan investor domestik.

IHSG Bangkit dan Kembali ke Level Psikologis

Penguatan IHSG ke atas level 6.000 menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan investor.

Banyak pelaku pasar menganggap level tersebut sebagai area psikologis penting. Ketika indeks berhasil bergerak di atas level tersebut, sentimen pasar cenderung membaik dan minat beli biasanya meningkat.

Selain itu, sejumlah saham berkapitalisasi besar juga menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Karena itu, investor asing mulai memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah portofolio mereka di pasar saham Indonesia.

Investor Asing Catat Net Buy Rp492 Miliar

Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatat pembelian bersih sebesar Rp492,48 miliar.

Angka tersebut menunjukkan perubahan sentimen yang cukup positif dibandingkan periode sebelumnya ketika investor asing lebih banyak melakukan aksi jual.

Baca Juga :  Cadangan Devisa China Tembus Rekor, Emas Jadi Andalan

Masuknya dana asing sering menjadi indikator penting bagi pelaku pasar. Selain mencerminkan tingkat kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia, arus modal asing juga mampu meningkatkan likuiditas pasar saham domestik.

Karena itu, banyak investor memantau pergerakan dana asing sebagai salah satu acuan dalam mengambil keputusan investasi.

Sepuluh Saham Jadi Incaran Investor Asing

Dalam perdagangan terbaru, investor asing mengarahkan dana mereka ke sejumlah saham unggulan yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Sektor perbankan masih menjadi salah satu tujuan utama investor asing. Selain memiliki kapitalisasi pasar besar, saham perbankan juga dianggap mampu mencerminkan kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.

Di sisi lain, saham-saham sektor energi, komoditas, dan teknologi juga mulai menarik perhatian investor global.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor asing tidak hanya fokus pada satu sektor, melainkan mulai melakukan diversifikasi investasi ke berbagai emiten yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menarik.

Sentimen Positif Datang dari Dalam dan Luar Negeri

Kembalinya minat investor asing tidak terjadi tanpa alasan.

Dari sisi domestik, pasar merespons positif sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Sementara itu, dari sisi eksternal, investor juga mulai mencermati peluang pemulihan pasar negara berkembang setelah beberapa bulan menghadapi ketidakpastian yang tinggi.

Selain itu, penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Rupiah bahkan berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau pada hari yang sama.

Baca Juga :  IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Saham Perbankan Masih Menjadi Favorit

Seperti periode-periode sebelumnya, sektor perbankan kembali menjadi magnet utama bagi investor asing.

Bank-bank besar di Indonesia memiliki fundamental yang relatif kuat, rasio permodalan yang sehat, serta kemampuan menghasilkan laba yang konsisten.

Karena itu, saham sektor keuangan sering menjadi pilihan utama investor global ketika mereka kembali masuk ke pasar Indonesia.

Selain memberikan potensi pertumbuhan, saham perbankan juga menawarkan tingkat likuiditas yang tinggi sehingga memudahkan investor dalam melakukan transaksi dalam jumlah besar.

Peluang Penguatan Masih Terbuka

Masuknya dana asing memberikan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia.

Jika arus modal asing terus berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan ke depan, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatannya.

Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan berbagai risiko yang masih dapat memengaruhi pasar.

Ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta perkembangan ekonomi internasional masih menjadi faktor yang dapat memicu volatilitas pasar sewaktu-waktu.

Karena itu, pelaku pasar tetap perlu menerapkan strategi investasi yang disiplin dan mengelola risiko dengan baik.

Investor Domestik Ikut Diuntungkan

Kembalinya investor asing juga memberikan dampak positif bagi investor domestik.

Arus modal yang masuk dapat meningkatkan aktivitas perdagangan dan membantu menjaga stabilitas pasar.

Selain itu, kenaikan harga saham yang mendapat dukungan pembelian asing sering kali menciptakan peluang keuntungan bagi investor lokal.

Meski demikian, investor tetap perlu melakukan analisis sebelum membeli saham dan tidak hanya mengikuti pergerakan investor asing semata.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
DJP Blokir 36 Rekening Wajib Pajak di 14 Bank, Tunggakan Capai Rp17 Miliar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Berita Terbaru